Pernyataan Megawati Singgung Kader Bermanuver Hal Wajar
Dokumentasi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-DPP PDI Perjuangan
MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan adanya beberapa kader partainya yang mulai mencoba bermanuver mendekat ke partai lain. Mega juga mempersilakan kader merapat ke partai lain untuk mengundurkan diri.
Pengamat politik Jerry Massie berpendapat, pernyataan Megawati Soekarnoputri bagi kader PDI Perjuangan yang bermanuver politik adalah hal yang wajar.
"Wajar saja, Mega yang membuat parpol ini besar sampai mengoleksi 128 anggota DPR dan 215 kepala daerah di Indonesia," kata dia, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (26/8).
Baca Juga:
PDIP Tak Ikut Arus Bicara Koalisi Pilpres 2024
Menurut dia, seluruh kader PDIP harus menghargai perjuangan Megawati membesarkan partai berlambang banteng moncong putih itu.
Ia mengatakan, pernyataan keras Megawati mengandung arti yang mendalam. "Jadi kalau ada yang tersinggung bukan bagian PDI Perjuangan. Saya pahami partai ini didirikan Megawati adalah bagian parpol reformasi dan pro demokrasi. Jadi antara Mega dan pasukannya harus linear satu garis partai," kata dia, dikutip Antara.
Ia menegaskan, sebagai petugas partai politik maka kader PDI Perjuangan harus tunduk pada aturan partai.
"Jadi pesan Mega agak keras, narasinya kalau ada yang coba-coba bermain politik dua kaki dan membangkang bahkan menolak Puan sebagai capres segera angkat kaki," katanya.
Baca Juga:
PDIP Agendakan Bertemu Gerindra, Golkar, PKB, PPP, dan PAN
Ia menduga ada kader PDI Perjuangan yang masuk kelompok pro Ganjar yang menginginkan Ganjar menjadi capres dari PDI Perjuangan. Namun, Megawati menginginkan agar Puan Maharani yang diusung sebagai calon presiden.
"Kali ini saya pikir Mega akan mengusung Puan," kata Massie.
Sebelumnya, Megawati mengatakan ada kader yang bermanuver. Ia juga mempersilakan jika kader-kader PDI Perjuangan mau ikut partai lain, tetapi dia meminta agar kader tersebut keluar dari PDI Perjuangan.
"Kalian itu maunya apa? Mau jadi apa? Jawab ya, saya akan minta pertanggungjawaban kalian. Saya akan minta satu per satu sebelum kita tempur di 2024. Fair loh. Jadi bisa mikir. Kalau mau ikut partai lain, silakan. Ini demokrasi kok. Tapi jangan menjadi beban dalam partai kita, organisasi kita," katanya. (*)
Baca Juga:
PDIP DKI Juluki Anies Bapak Perubahan Nama
Bagikan
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP