Permadi: Saya dan Amien Rais Berbeda Sekali

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 21 Mei 2019
Permadi: Saya dan Amien Rais Berbeda Sekali

Permadi Satrio Wiwoho (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus Partai Gerindra, Permadi mengaku kasus dugaan makar yang dituduhkan kepadanya berbeda dengan perkara yang menimpa petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

"(Pemeriksaan Amien) itu urusan lain, saya dan Amien Rais berbeda sekali, terserah Pak Amien kalau melawan, kalau kooperatif silakan," kata Permadi usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (20/5) malam.

Permadi menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka dugaan tindak pidana makar Eggi Sudjana selama hampir 13 jam sejak pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi. (MP/Ponco Sulaksono)
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi. (MP/Ponco Sulaksono)

Permadi juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kasus dugaan makar yang menjerat Eggi yang berpidato people power di Rumah Kemenangan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan.

"Eggi (jadi) tersangka untuk kasus dia pidato di Jalan Kertanegara. Saya tidak hadir, bagaimana saya bisa tahu ucapan Eggi," katanya.

BACA JUGA: Deklarasi Kemenangan, Prabowo Cs Bisa Dikenakan Pidana Makar

Kepada penyidik, Permadi telah menyampaikan keterangan perihal ketidakhadirannya saat Eggi berpidato di Kertanegara.

Ia mengaku tiga kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dengan laporan dugaan tindak pidana makar, yakni saksi untuk Eggi, saksi untuk Kivlan Zein, dan tuduhan makar bersama putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.

"Saya tidak pernah rapat di rumah Rachmawati bagaimana saya dituduh makar tentu setelah ada yang melaporkan," ujar Permadi.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan ujaran people power saat berorasi di depan Kantor KPU RI, 1 Maret 2019.

Sementara itu, Permadi dilaporkan politikus PDI Perjuangan lainnya, Stefanus Asat Gusma, ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindakan makar pada hari Jumat (10/5). (Knu)

BACA JUGA: Pengakuan Permadi saat Diperiksa Sebagai Saksi Kivlan Zen

#Amien Rais #Gerindra #Makar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Indonesia
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada instruksi kepada kader partainya untuk membangun atau menguasai SPPG maupun dapur program MBG.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Indonesia
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Indonesia
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Habiburokhman bahkan mencontohkan sejumlah pemimpin dunia yang tetap melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk memperkuat kerja sama bilateral dan memperjuangkan kepentingan nasional masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Mantan Wamenlu Kritik Perjalanan Luar Negeri Prabowo, Kader Gerindra Nilai Tidak Produktif
Bagikan