Dasco Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI bukan Usul Prabowo
Wamenkeu Thomas Djiwandono dipanggil Presiden Prabowo Subianto saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menyebut proses pengajuan nama calon Deputi Gubernur BI sepenuhnya berasal dari Gubernur BI sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
?
“Hal yang pertama, soal Thomas Djiwandono itu karena ada pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI. Lalu yang saya tahu, Gubernur BI mengirimkan surat kepada Presiden. Ada tiga nama calon pengganti Deputi Gubernur yang mengundurkan diri,” kata Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
?
Menurut Dasco, Presiden kemudian hanya meneruskan surat dari Gubernur BI tersebut ke DPR RI untuk selanjutnya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Ia menegaskan penunjukan nama-nama calon bukan berasal dari Presiden. “Presiden meneruskan surat Gubernur BI itu kepada DPR untuk kemudian dilakukan fit and proper test. Jadi usul nama-nama itu bukan dari Presiden, melainkan dari Gubernur BI yang mencari pengganti deputi gubernur yang mengundurkan diri,” ujarnya.
?
Dasco juga menjelaskan posisi Thomas Djiwandono di Gerindra. Ia menegaskan bahwa Thomas sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai sejak pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) terakhir. "Thomas Djiwandono itu sudah tidak dalam struktur kepengurusan yang baru sejak Munas kemarin. Jadi sebagai pengurus partai itu sudah tidak,” jelasnya.
Baca juga:
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
?
Bahkan, lanjut Dasco, Thomas telah secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai per 31 Desember 2025. Dengan demikian, status Thomas saat ini sudah bukan lagi pengurus partai.
?
“Per 31 Desember 2025 yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai. Jadi efektif sudah mengajukan pengunduran diri,” katanya.
?
Menanggapi kekhawatiran publik soal independensi BI, mengingat Thomas Djiwandono memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto. Dasco kembali menegaskan tidak ada intervensi dalam proses tersebut. “Pengusulan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI itu merupakan pilihan dari Gubernur BI sendiri. Jadi kalau dikatakan ada intervensi dari Presiden, itu tidak tepat,” tegasnya.
?
Dasco menambahkan pengambilan keputusan di BI dilakukan secara kolektif kolegial sehingga tidak mungkin seorang deputi mengambil keputusan strategis secara sepihak tanpa persetujuan anggota lainnya.(Pon)
Baca juga:
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
?
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Dasco Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI bukan Usul Prabowo
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Janjikan Indonesia Dapat Keuntungan Ekonomi setelah Pertemuan dengan PM Inggris di London
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI
Sinyal Tukaran Posisi Deputi Gubernur BI Juda Agung dengan Wamenkeu Thomas Djiwandono
Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Keponakan Prabowo Mencuat Jadi Pengganti
Keponakan Prabowo Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia