Perludem: Jadi Peserta Pemilu di Indonesia Rumit dan Mahal
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan (kedua kanan) didampingi Ketua Pemenangan Pemilu Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan). Foto: ANTARA
MerahPutih - Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan penurunan jumlah partai politik yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum pada perhelatan Pemilihan Umum pada tahun 2019 mendatang akibat rumitnya persyaratan yang diberikan oleh KPU
"Dr Marcin Walecki, pakar partai politik asal Polandia, dalam ceramahnya di Jakarta tahun 2016 menyebutkan persyaratan parpol menjadi peserta pemilu di Indonesia adalah salah satu yang paling berat, rumit dan tentunya mahal di dunia," kata Titi D'hotel, Jakarta Selatan, Minggu (22/10).
Sementara itu, kata Titi, di pemilu tahun 2019, sistem informasi partai politik (sipol) menjadi persyaratan awal yang harus diisi olah parpol dalam pendaftaran calon perserta pemilu. Sehingga, menurut Titi, sipol tersebut menjadi faktor gagalnya parpol untuk mendaftar.
"Jadi saya kira adanya sipol juga menjadi penyaring menurunnya parpol mengikuti proses pemilu," jelasnya.
Tak hanya sipol, Titi mengaku, adanya instrumen hukum baru di undang-undang pemilu di Indonesia disebut sebagai salah satu faktor berkurangnya jumlah parpol yang mendaftar.
"Faktor lain juga ada kontribusi dari sipol, karena waktu (pemilu) 2014, kan sipol tidak diwajibkan," tandas Titi. (Asp)
Bagikan
Berita Terkait
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah
Pramono Bakal Tindak Bendera Partai yang Ganggu Keindahan Kota, Pasukan Oranye Jadi Andalan
Pegang SK Menkum, PPP Kubu Mardiono Ajak Agus Suparmanto Cs Gabung
Kata Menteri Hukum Soal Klaim 2 Ketum PPP Merasa Menang di Muktamar
Nasib Dua Ketua Umum PPP di Tangan Menkum, AD/ART Jadi Penentu