Perlintasan Kereta Sebidang Rawan Terjadi Kecelakaan, KAI : Sabar Beberapa Detik Bisa Menyelamatkan Nyawa Banyak Orang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Perlintasan Kereta Sebidang Rawan Terjadi Kecelakaan, KAI : Sabar Beberapa Detik Bisa Menyelamatkan Nyawa Banyak Orang

Perlintasan Sebidang kereta api.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba mengatakan keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.

Pengendara diminta berhenti sejenak, menengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta mendahulukan perjalanan kereta api.

Kadang perjalanan terasa dekat dan terburu waktu, padahal beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur bisa menjaga keselamatan banyak orang.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba


Menurut Anne, banyak perlintasan sebidang yang aktif berada di kawasan yang aktivitas masyarakatnya terus berkembang. Sebagian menjadi akses utama warga menuju sekolah, pasar tradisional, kawasan permukiman, pusat perdagangan lokal, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan logistik masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat tetap disiplin dan lebih hati-hati saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Anne di Jakarta, Minggu (24/5).


KAI mencatat masih terdapat 40 titik perlintasan aktif dengan lebar jalan cukup besar dan intensitas kendaraan yang cukup tinggi di berbagai wilayah operasional. Di wilayah Banten misalnya, terdapat titik di kawasan Tigaraksa hingga Rangkasbitung yang menjadi akses kendaraan masyarakat menuju kawasan permukiman dan aktivitas komuter harian.

Baca juga:

KAI Tutup 20 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas



Di Jawa Barat, beberapa titik berada di kawasan Purwakarta dan lintas perdesaan yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian masyarakat. Sementara itu, di wilayah Daop 3 Cirebon, titik-titik perlintasan tersebar di kawasan Jatibarang, Kertasemaya, Pegadenbaru, Cipunegara, Arjawinangun, hingga Bangoduwa. Kawasan tersebut memiliki aktivitas harian yang cukup padat, mulai dari kendaraan pengangkut hasil bumi, perdagangan lokal, hingga mobilitas pekerja dan pelajar.

Di Jawa Tengah, sejumlah titik berada di lintas Pemalang, Slawi, Prembun, Grobogan, Randublatung, hingga kawasan Pantura yang menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada jam-jam tertentu, kendaraan roda dua dan roda empat cukup ramai melintasi kawasan tersebut.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan seperti Srowot, Brambanan, hingga Masaran yang berada di kawasan padat aktivitas warga serta jalur penghubung menuju pusat kegiatan masyarakat.

Sementara itu, di Sumatra Selatan dan Lampung, beberapa titik berada di jalur kendaraan antarkota dan distribusi logistik masyarakat. Bahkan terdapat perlintasan dengan lebar jalan cukup besar, tapi belum dijaga secara penuh. Perlintasan Sukamerindu–Tanjung Rambang, misalnya, memiliki lebar jalan mencapai 13 meter. Selain itu, terdapat juga titik Air Asam–Sukamerindu dengan lebar jalan 12 meter yang berada di jalur kendaraan logistik dan mobilitas masyarakat harian.

“Kalau melihat langsung di lapangan, sebagian titik memang berada di jalan yang cukup ramai. Ada yang menjadi jalur kendaraan masyarakat dari pagi sampai malam, ada juga yang berkembang menjadi akses distribusi ekonomi antardaerah,” kata Anne.

Anne menjelaskan pertumbuhan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat membuat sejumlah perlintasan kini memiliki intensitas kendaraan yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, kebutuhan peningkatan infrastruktur keselamatan juga menjadi semakin penting.

KAI mendorong percepatan pembangunan flyover maupun underpass pada titik-titik dengan lalu lintas kendaraan tinggi dan tingkat risiko besar agar keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dapat semakin terjaga.

“Flyover dan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk kawasan dengan mobilitas tinggi. Ketika perpotongan sebidang dapat dikurangi secara bertahap, keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api akan semakin terjaga,” tutup Anne.(knu)




Baca juga:

KAI Tutup 20 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas

#PT KAI #Kereta Api #Perlintasan Sebidang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Tiket dengan tarif diskon juga tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain, tetapi tetap bisa dibatalkan atau dijadwalkan ulang sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Indonesia
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Rata-rata pengguna KRL Jabodetabek saat ini mencapai 1,1 juta penumpang per hari, bahkan dapat mencapai 1,3 juta penumpang pada kondisi tertentu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Indonesia
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
KRL Rangkasbitung bakal berhenti tiap empat hingga lima menit sekali. Hal itu bakal diterapkan mulai 2027.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
Bagikan