Merahputih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengambil langkah tegas dengan menutup perlintasan sebidang liar di antara jalur Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang.
Tindakan ini bertujuan meningkatkan standar keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi warga sekitar dari potensi kecelakaan fatal.
Baca juga:
KAI Tutup 20 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas
Kereta Tidak Bisa Menghindar
Penutupan ini menjadi bagian dari program rutin tahunan PT KAI untuk menekan angka kecelakaan di jalur rel. Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, menjelaskan bahwa insiden di perlintasan sebidang mayoritas bersumber dari kelalaian pengguna jalan yang nekat menerobos jalur aktif.
"Sebenarnya kita sudah punya program setiap tahun ada penutupan perlintasan liar karena dari pengalaman setiap hari hampir ada orang-orang nabrak kereta," ungkap Deddy Hendrady, Kamis (14/5).
Deddy meluruskan stigma masyarakat mengenai kecelakaan di perlintasan. Menurutnya, posisi kereta api yang melaju di jalurnya sendiri membuat armada tersebut tidak memiliki kemampuan menghindar secara mendadak.
"Di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta, itu adalah kebalikannya orang yang nabrak kereta karena kereta gak bisa menghindar gitu ya," tegasnya.
Koordinasi Lintas Instansi dan Dukungan Kelurahan Kebon Baru
Meskipun fokus utama KAI adalah keselamatan perjalanan kereta, perusahaan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan terkait aksesibilitas warga.
PT KAI memastikan bahwa fungsi utama mereka adalah mengamankan jalur, sementara penyediaan fasilitas alternatif merupakan wewenang instansi terkait.
Dukungan terhadap kebijakan ini datang dari pihak kewilayahan. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kebon Baru, Samtopri, menilai penutupan tersebut sangat mendesak karena tingkat kerawanan di lokasi yang sangat tinggi.
Baca juga:
Wacana Pemasangan Kamera ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus Pencegahan
Tercatat ada lima titik perlintasan yang kerap digunakan pejalan kaki dan pengendara motor di area tersebut.
"Saya rasa program ini bagus ya baik. Karena saya lihat perlintasan yang ini terlalu rapat," ujar Samtopri.
Penutupan resmi dilakukan pada perlintasan liar jalur Cawang-Tebet, tepatnya di kawasan RT 01 dan RT 03 yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Pihak kelurahan mengimbau warga agar mendukung penuh penertiban ini demi keamanan bersama di wilayah Kebon Baru.

