Perkemahan Mystic Mengonfirmasi 27 Pekemah dan 1 Pembina Tewas dalam dalam Banjir Bandang Texas

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 07 Juli 2025
Perkemahan Mystic Mengonfirmasi 27 Pekemah dan 1 Pembina Tewas dalam dalam Banjir Bandang Texas

Puing dari Camp Mystic yang dilanda banjir bandang di Texas, Amerika Serikat.(foto: Instagram @atexgirl512)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEREHAPUTIH.COM — PERKEMAHAN Mystic mengonfirmasi bahwa sedikitnya 27 pekemah dan seorang pembina tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda kamp musim panas di Texas itu selama akhir pekan.

“Hati kami hancur bersama para keluarga yang sedang menghadapi tragedi yang tak terbayangkan ini. Kami terus mendoakan mereka,” ujar pihak perkemahan dalam pernyataan di situs web mereka.

Direktur dan pemilik lama Perkemahan Mystic, Dick Eastland, juga dilaporkan meninggal dunia saat mencoba menyelamatkan para pekemah di tengah banjir besar tersebut. Hal itu diketahui dari unggahan cucunya di media sosial pada Sabtu (5/7).

Pihak perkemahan mengatakan mereka terus berkomunikasi dengan otoritas setempat yang masih mencari sejumlah gadis yang hilang.

Perkemahan Mystic merupakan kamp musim panas khusus anak perempuan yang berlokasi di sepanjang Sungai Guadalupe. Ketinggian air sungai itu naik lebih dari 6 meter dalam waktu kurang dari dua jam saat puncak banjir terjadi pada Jumat (4/7) dini hari.

Baca juga:

Banjir Bandang Texas Tewaskan 78 dan Puluhan masih Hilang, Hujan Deras masih akan Datang



“Kami memohon doa, penghormatan, dan privasi untuk setiap keluarga yang terdampak. Kiranya Tuhan terus menyelimuti kita semua dengan kehadiran-Nya,” imbuh pihak perkemahan.

Sepanjang malam, pejabat di Kerr County menyatakan tim penyelamat masih terus mencari 10 pekemah dan satu pembina dari Perkemahan Mystic. Informasi lebih lanjut diperkirakan akan diumumkan Senin pagi waktu AS.

Sementara itu, seorang pembina kamp di Perkemahan Mystic dikabarkan membantu mengevakuasi 14 pekemah selama banjir bandang yang terjadi di sekitar Hunt, Texas, pada Jumat dini hari.

Emma Foltz, dari Alexandria, Louisiana, mendapat penghargaan dari Gubernur Louisiana Jeff Landry atas perannya dalam insiden banjir tersebut dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Ia memainkan peran penting dalam membantu evakuasi 14 pekemah ke tempat yang aman. Mari kita bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada Emma atas kerja keras dan keberaniannya di tengah tekanan luar biasa,” kata Gubernur Landry dalam unggahannya.

Foltz ialah mahasiswi tingkat akhir di Louisiana Tech. Ini merupakan tahun ketiganya menjadi pembina kamp di Perkemahan Mystic.

“Kami terus berdoa untuk semua yang terdampak oleh tragedi ini. Louisiana siap membantu,” tambah Landry.(dwi)

Baca juga:

Banjir Bandang Landa Kentucky AS, 8 Orang Tewas

#Amerika Serikat #Texas #Banjir Bandang
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
AS klaim drone terus terbang ke arah kapal meskipun telah dilakukan tindakan de-eskalasi oleh pasukan AS yang beroperasi di perairan internasional
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
Dunia
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
kehadiran kekuatan dari luar kawasan justru selalu menimbulkan dampak sebaliknya dari yang diklaim, yakni memicu eskalasi alih-alih meredakan ketegangan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Dunia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Dewan Eropa menyebutkan bahwa langkah pembatasan baru itu dijatuhkan kepada 15 individu dan enam entitas tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Indonesia
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Dunia
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Melalui Selat Hormuz, sebagian besar dari 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi diangkut setiap hari mencapai pasar Asia, terutama China.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Indonesia
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
Ia menyebut, di dalam kelompok yang digagas Presiden AS Donald Trump tersebut, ada keterlibatan Israel.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
Dunia
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Gambar yang ditampilkan menjadi peringatan langsung kepada Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan serangan militer terhadap negara tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Dunia
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Dunia
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Komando Pusat AS menyebut kelompok kapal induk itu berada di Samudra Hindia, bukan di Laut Arab yang berbatasan langsung dengan Iran.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
 Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Beredar unggahan yang berisi informasi WNI bernama Kezia Syifa bergabung dengan Temtara AS karena gaji besar. Cek kebenaran faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
Bagikan