Peringatan Hari Guru, Nadiem: Guru di Seluruh Indonesia Menangis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 November 2021
Peringatan Hari Guru, Nadiem: Guru di Seluruh Indonesia Menangis

Guru sedang mengajar. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021, dalam kondisi prihatin. Guru dari Sabang sampai Merauke, saat ini kondisinya terpukul secara ekonomi, kesehatan, dan secara batin.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengenang perjuangan para guru di awal pandemi COVID-19, para guru harus mengubah skema pembelajaran.

Baca Juga:

Hari Guru Nasional 2021, Standar Upah Guru Honorer Masih di Bawah Gaji Buruh

Saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di kantor Kemendikbudristek yang disiarkan di kanal YouTube Kemendikbud RI, ia menuturkan, tenaga pengajar, mau tidak mau, harus mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran.

Nadiem yang mengenakan pakaian khas adat ulos Mandailing, Sumatea Utara menegaskan, guru harus mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal dan menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid tidak belajar di bawah tekanan.

Mantan bos Gojek ini mengatakan, guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin. Tapi, tekanan psikologis juga dirasakan para guru karena pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selain itu, lanjut ia, banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.

"Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi," ucapnya.

Nadiem menceritakan, saat sarapan bersama guru, mendengarkan terobosan-terobosan yang ingin dilakukan oleh guru dan sekolah. Mendengar cerita itu, Nadiem sadar, pandemi ini juga tidak memadamkan semangat para guru, tapi menyalakan obor perubahan.

"Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar,” ucap Nadiem dengan nada tinggi dan tegas.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyampaikan ucapan Hari Guru dan berterima kasih atas dedikasi para guru yang tulus dalam menyemai tunas generasi bangsa Indonesia. Pemerintah, janjinya, akan terus memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan para guru di berbagai daerah.

"Dari satu profesi guru, lahirlah berbagai profesi lainnya," katanya.

Menurut Ma'ruf, guru bukan sekadar profesi, melainkan tugas mulia para pendidik untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan masa depan bangsa Indonesia. Pemerintah berupaya mewujudkan cita-cita sebagai negara dengan sumber daya manusia (SDM) unggul dan maju sehingga guru memiliki peran sangat penting.

"Di tengah kemajuan teknologi, peran guru amat vital dan tidak tergantikan," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Hari Guru Nasional, Tunjukkan Apresiasi lewat Fasilitas Mengajar Nyaman

#Hari Guru Nasional #Selamat Hari Guru Sedunia #Guru #Nadiem Makarim
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI mendukung program 150 ribu beasiswa D4 dan S1 untuk guru. DPR juga mengusulkan penambahan kuota serta penyederhanaan proses seleksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Komisi X DPR Dukung 150 Ribu Beasiswa Guru, Usul Kuota Ditambah dan Seleksi Dipermudah
Indonesia
Minta Vonis Bebas Murni, Nadiem Makarim: Semua Unsur Dakwaan Sudah Patah
Nadiem Makarim berharap divonis bebas murni dalam kasus dugaan korupsi Chromebook. Menilai seluruh unsur dakwaan jaksa tidak terbukti dan bantah ada kerugian negara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Minta Vonis Bebas Murni, Nadiem Makarim: Semua Unsur Dakwaan Sudah Patah
Indonesia
Bacakan Pledoi, Nadiem Makarim Sebut Tuduhan Korupsi Chromebook Dibangun dari Asumsi
Dalam nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor, Nadiem Makarim membantah seluruh tuduhan korupsi pengadaan Chromebook.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Bacakan Pledoi, Nadiem Makarim Sebut Tuduhan Korupsi Chromebook Dibangun dari Asumsi
Indonesia
Pleidoi Nadiem: Gerak Cepat di Kementerian Beresiko, Bikin Banyak Periuk Nasinya Terganggu
Sepanjang pengalaman bekerja di sektor swasta, Nadiem mengatakan semua terjadi serba cepat, kejujuran berpendapat dihargai, dan semua keputusan diambil berdasarkan data.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Pleidoi Nadiem: Gerak Cepat di Kementerian Beresiko, Bikin Banyak Periuk Nasinya Terganggu
Indonesia
Nadiem Bakal Bacakan Pleidoi Atas Tuntutan 18 Tahun Penjara
Nadiem adalah salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Nadiem Bakal Bacakan Pleidoi Atas Tuntutan 18 Tahun Penjara
Indonesia
Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah Tuai Sorotan, P2G Usul Jadi Ekstrakurikuler
P2G menilai Bahasa Prancis belum menjadi kebutuhan mendesak di pendidikan maupun perdagangan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah Tuai Sorotan, P2G Usul Jadi Ekstrakurikuler
Indonesia
Sidang Gugatan Kesejahteraan Dosen di MK, Komisi X DPR Minta Hakim Kabulkan Permohonan
Komisi X DPR RI mendukung gugatan kesejahteraan dosen di MK dan meminta hakim mengabulkan permohonan demi perbaikan pendidikan tinggi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Sidang Gugatan Kesejahteraan Dosen di MK, Komisi X DPR Minta Hakim Kabulkan Permohonan
Indonesia
Bukan Lagi Wewenang Daerah, Pengangkatan dan Distribusi Guru Diusulkan Dilakukan Pemerintah Pusat
Selain itu, agar pengangkatan guru, pamong belajar, penilik, dan pengawas sekolah dilakukan pemerintah pusat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Bukan Lagi Wewenang Daerah, Pengangkatan dan Distribusi Guru Diusulkan Dilakukan Pemerintah Pusat
Indonesia
Ini Kata Presiden Prabowo Mengapa Gaji Guru Kecil
Prabowo menyebut, telah terjadi aliran keluar kekayaan nasional atau outflow of national wealth sejak masa Orde Baru
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Ini Kata Presiden Prabowo Mengapa Gaji Guru Kecil
Indonesia
Krisis 480 Ribu Guru Hantui Indonesia, Nasib Honorer Malah Digantung Regulasi
Sebagai langkah konkret, pemerintah harus memberikan rekognisi khusus bagi guru dengan masa pengabdian minimal lima hingga sepuluh tahun
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Krisis 480 Ribu Guru Hantui Indonesia, Nasib Honorer Malah Digantung Regulasi
Bagikan