Perhitungan Pilpres AS, Trump Tetap Kuasai Florida
Data Pilpres AS pukul 13.00 WIB (Foto: nytimes.com).
MerahPutih.com - Perhitungan suara elektoral atau elektoral collage Pemilihan Presiden Amerika Serikat di 2012 ini, menyisakan 11 negara bagian. Bahkan, negara bagian yang belum selesai melakukan perhitungan ini, adalah negara yang bakal menentukan Joe Biden atau Donald Trump yang bakal melanggeng ke Gedung Putih.
Negara bagian yang belum menyelesaikan perhitungan Minnesota, Wisconsin, Michigan, Pennylvania, Nort Carolina ,Georgia, Texas, Alaska, Arizona dan Nevada.
Pada pemilu 2016 lalu, hanya Nevada dan Minesota yang mendukung kandidat partai Demokrat. Sisanya hampir seluruhnya dimenangkan Donal Trump.
Baca Juga:
Electoral College, Penentu Kemenangan Presiden AS
Per 13.00 WIB, negara bagian Florida kembali dimenangkan kembali Trump. Data nytimes.com, paling tidak Biden telah mengantongi 213 suara sedangkan Trump mengantongi 174 suara. Dan untuk memenagkan pertarungan perlu minimal 270 suara.
Pada pemilu 2016, Trump meraih 304 suara dan lawannya Hillary meraih 227 suara, walaupun jumlah pemilih Hillary lebih banyak daripada Trump. Michigan dan Pennysylvania diprediksi menjadi dua negara yang bakal menentukan pemenang pilpres tahun ini.
Baca Juga:
Setengah Suara Telah Dihitung, Biden Masih Unggul Dibanding Trump
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru
Ribuan Video dan Foto Kasus Epstein, Publik Lapar dan Haus Informasi Kejahatan
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal