Perguruan Tinggi Perlu Kembangkan Studi Ekonomi Digital

Eddy FloEddy Flo - Senin, 09 Oktober 2017
Perguruan Tinggi Perlu Kembangkan Studi Ekonomi Digital

Presiden Jokowi berikan sambutan dalam Pameran Ekonomi Digital (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ekonomi digital di Indonesia berkembang pesat belakangan ini. Sejumlah kalangan bahkan menilai perkembangan ekonomi digital jika tidak diantisipasi berpotensi terjadinya disrupsi atau gangguan akibat perkembangan teknologi.

"Perguruan tinggi punya kewajiban memahami dampak dari disrupsi teknologi ini. Menurut saya, ini serius, karena setiap kegiatan saat ini bisa terkait dengan masalah disrupsi" kata Ketua Umum ISEI Muliaman Hadad ditemui usai jumpa pers di Kantor ISEI Pusat, Jakarta, Senin (9/10).

Sejumlah akademisi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mendesak perguruan tinggi perlu meningkatkan studi mengenai ekonomi digital di Tanah Air.

Muliaman Hadad sebagaimana dilansir Antara mengatakan isu ekonomi digital di beberapa negara telah menjadi semacam spesialisasi yang memerlukan kekhususan keterampilan sehingga hal tersebut perlu diantisipasi oleh perguruan tinggi.

"Saya kira Presiden Joko Widodo sudah mengangkat isu bahwa pemahaman kita tentang digital perlu ditingkatkan. Jadi ini tidak hanya masalah mahasiswa fakultas ekonomi saja, tetapi di luar fakultas ekonomi juga punya kewajiban memahami dampak disrupsi teknologi ini," kata Mantan ketua Dewan Komisioner OJK itu.

Muliaman menambahkan studi ekonomi digital di universitas-universitas di Indonesia belum terlalu banyak. Padahal dalam konsep link and match, perguruan tinggi perlu menyiapkan tenaga-tenaga profesional dalam menghadapi perkembangan teknologi mutakhir.

Oleh karena itu diperlukan pula pematangan studi mengenai keterkaitan antara isu ekonomi digital dan masalah perekonomian secara keseluruhan.

"Kalau dipelajari bisa diantisipasi apa yang perlu dilakukan. Ada semacam pergeseran keterampilan yang terkait ekonomi digital," kata Muliaman.

Pergeseran atau "shifting" keterampilan para sarjana terkait ekonomi digital tersebut, lanjut dia, mampu mengatasi masalah ketenagakerjaan sebagai dampak disrupsi teknologi, seperti misalnya digitalisasi perbankan.

"Perlu pula adanya upaya membangun kesadaran yang lebih utuh terhadap pemahaman ekonomi digital masa depan," pungkas Muliaman Hadad.(*)

#Ekonomi Kreatif #Perguruan Tinggi #Bisnis Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Tidak Mau Geliat Ekonomi Kreatif DKI Cuma Berkutat di Blok M
Geliat ekonomi kreatif tidak boleh hanya terpusat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, melainkan harus merata ke seluruh wilayah ibu kota.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Rano Karno Tidak Mau Geliat Ekonomi Kreatif DKI Cuma Berkutat di Blok M
Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Indonesia
Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
usulan itu disiapkan sebagai langkah menyelamatkan operasional perguruan tinggi swasta, terutama kampus-kampus kecil yang berpotensi tutup akibat tekanan dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
 Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
Indonesia
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
Indonesia tidak kekurangan ide, Indonesia tidak kekurangan talenta, Indonesia juga tidak kekurangan kreatifitas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima usulan akademisi dalam Sarasehan KSTI 2026. Fokus pada beasiswa doktor, riset BUMN, hilirisasi industri, dan kebebasan akademik.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Data menunjukkan ketimpangan yang nyata antara performa kampus dan kondisi makro ketenagakerjaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Komisi X DPR RI akan mendalami wacana penutupan prodi tak relevan dengan memanggil Kemendiktisaintek usai masa reses
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Bagikan