Perempuan Jurnalis dari Australia Ditembak Polisi Los Angeles di tengah Demo Anti-ICE, PM Albanese Sampaikan Keberatan ke Trump
Jurnalis 9News Australia, Lauren Tomasi, ditembak pakai peluru karet oleh polisi Los Angeles. (Foto: YouTube/9NewsAustralia)
MerahPutih.com - Los Angeles kembali memanas. Protes besar-besaran pecah usai kabar penggerebekan massal imigran oleh ICE (Immigration and Customs Enforcement), sebuah lembaga penegak hukum federal di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (U.S. Department of Homeland Security).
Di tengah situasi genting itu, jurnalis 9News Australia, Lauren Tomasi, justru jadi korban. Ia ditembak peluru karet dari jarak dekat saat tengah meliput di sekitar lokasi penahanan kaum imigran di LA (8/6).
Karuan PM Australia, Anthony Albanese, berang dengan polisi AS.
“Dia jelas jadi target. Tidak ada keraguan. Dia mengenakan pakaian yang menandakan dirinya sebagai jurnalis,” ujar Albanese dalam konferensi pers, seperti dikutip 9News.com (10/6).
Albanese mengonfirmasi bahwa insiden itu sudah disampaikan ke pemerintahan AS meski enggan menjelaskan apakah akan membahas langsung dengan Presiden Donald Trump di sela KTT G7 di Kanada.
“Kami tidak bisa menerima kejadian ini. Peran media sangat penting,” tambahnya.
Tomasi sendiri mengatakan bahwa ia dan kameramennya, Jimmy, selamat meski mengalami rasa sakit.
Baca juga:
Los Angeles California Memanas, WNI Diminta Hindari Aksi Massa
“Ini salah satu risiko yang harus dihadapi saat meliput di tengah situasi kacau seperti ini,” ungkapnya dalam siaran 9News.
Kepolisian Los Angeles berjanji akan menindaklanjuti kejadian itu.
“Kami menyadari insiden ini dan sedang menyelidikinya,” kata Kepala LAPD Jim McDonnell.
Sementara itu, Aliansi Media dan Seni Australia mengecam keras penembakan itu, menyebutnya sebagai “serangan yang tampaknya disengaja.”
Tak hanya Tomasi, fotografer asal Inggris Nick Stern juga dilaporkan tertembak peluru karet saat meliput aksi yang sama.
Kerusuhan di LA dipicu operasi penggerebekan oleh petugas imigrasi, yang memancing protes besar sejak Jumat (8/6).
Ribuan pasukan Garda Nasional hingga Marinir pun dikerahkan, memantik kecaman keras dari Gubernur California Gavin Newsom yang menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian. (dru)
Baca juga:
Diduga Langgar Kebijakan Donald Trump, 2 WNI Ditangkap Aparat Los Angeles
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Delpedro Marhaen dkk, Sidang Kasus Dugaan Penghasutan Tetap Lanjut
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS