Hari Kartini 2021

Perempuan di Masa Pandemi Harus Teladani Kartini

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 21 April 2021
Perempuan di Masa Pandemi Harus Teladani Kartini

Kartini mendorong perempuan melek literasi. (Foto: Arsip Nasional republik Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah situasi pandemi COVID-19, anak-anak sangat membutuhkan peran orang tua. Peran orang tua diperlukan dalam membantu anak melakukan pembelajaran jarak jauh maupun kegiatan lainnya.

Untuk itu, Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, mengajak orang tua agar lebih bijak dan arif saat mendampingi anaknya, terlebih di masa pandemi seperti ini.

Baca Juga:

Wanita vs Perempuan, Pilih (Mau Jadi yang) Mana?

anak
Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership. (Foto: Unsplash/Arwan Sutanto)

Menurutnya, situasi pandemi memang serba sulit. Zaman sulit ini mengingatkan pada era Kartini. Namun Kartini mampu menghadirkan sebuah kebijakan fenomenal untuk mengetahui hal yang harus dilakukan seorang perempuan ketika berada dalam satu tantangan tanggung jawab.

Menurutnya, Kartini merupakan sosok yang berbudi pekerti, dan shalihah. Terlihat dari isi surat-suratnya yang dikompilasi dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Mengutip surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901, Siti menyebut Kartini sebagai akselerator atau inspirasi bagi perempuan.

Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama,” demikian isi surat Kartini.

“Dalam suratnya juga menceritakan keinginan dia untuk menjadi akselerator bagi perempuan-perempuan yang lain supaya memiliki skill untuk menata dan meningkatkan kualitas hidupnya,” terang Siti, menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2021.

Kartini, menurutnya, ingin mencerdaskan, meningkatkan literasi, kualitas dan peran serta tugas perempuan. “Supaya ketika dia menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik,” imbuh Siti.

Baca Juga:

Perempuan Sulit Dimengerti atau Pria yang Tidak Peka?

ibu
Menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik. (Foto: Unsplash/Hobi industri)

Maka fenomena pandemi menjadi tantangan sangat besar bagi Kartini-Kartini era kekinian. Mereka dituntut mampu melahirkan generasi berkualitas, sekaligus menjadi pemenang dalam menghadapi pandemi.

“Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership dan itu dirangkum dengan segala kesulitan bisa diatasi, tentu dimulai dari keluarga,” tutur Siti.

Siti berpandangan Kartini masa kini harus memiliki tiga dasar untuk bisa menjalankan peran dan tugasnya dalam rumah tangga, termasuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Indonesia saat ini membutuhkan keluarga yang mampu melahirkan anak berkualitas, mengingat masa depan bangsa memiliki tantangan dan cita-cita mulia yang tertulis di dalam UUD yaitu melahirkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tiga dasar tersebut ialah, pertama memiliki kelurusan dalam pengabdian kepada Tuhan, yakni dengan menjadikan para pendahulunya menjadi kiblat. “Kartini ini mengajarkan sosok perempuan yang shalihah, berilmu, dan sosial. Saya melihat sosok Kartini ini sosok khadijah di jamannya,” tuturnya.

Kedua, literasi. Perempuan hari ini harus berliterasi sekaligus mampu meningkatkan indeks literasi. “Mari menjadi perempuan, kenali diri dan potensi, dan tingkatkan literasi,” seru Siti.

Dan terakhir, berbagi dengan sesama. Meski dalam kesulitan, perempuan tetap memiliki tugas sangat besar untuk mengembangkan tanggung jawab sosial kepada sesama.

“Bukan hanya berbagi materi, tapi disini berbagi keteladanan, inspirasi, motivasi, dan spirit bahwa kita berada di dalam satu ruang yang sama, melewati masa yang sama dengan tujuan yang sudah jelas, dan sama,” terang Siti.

“Yaitu menghadirkan kehidupan yang baik di masa yang akan datang, terselamatkan anak-anak kita, dan Kota Bandung harus menjadi Kota penyumbang pahlawan terbanyak.” (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Alasan Mengapa Perempuan Harus Bekerja

#Kartini #R.A Kartini #Jejak Kartini #Hari Ibu Kartini #Kartini Masa Kini #Inspirasi Kartini
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Meriahkan Hari Kartini, Ibu-Ibu Ikuti Pelatihan Gelung dan Sanggul Nusantara
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, ibu-ibu mengikuti pelatihan membuat gelung dan sanggul Nusantara di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Meriahkan Hari Kartini, Ibu-Ibu Ikuti Pelatihan Gelung dan Sanggul Nusantara
Indonesia
TelkomGroup Targetkan 27 Persen Karyawan Perempuan Masuk Manajerial di 2030
TelkomGroup mencatat pada 2025 proporsi perempuan mencapai 31,7 persen dari total karyawan, dengan 21 persen di antaranya menempati posisi manajerial.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
TelkomGroup Targetkan 27 Persen Karyawan Perempuan Masuk Manajerial di 2030
Berita Foto
Momen Hari Kartini, DPR Sahkan RUU PPRT Jadi UU, Lindungi Pekerja Rumah Tangga
Sejumlah aktivis, LSM dan perwakilan PRT bergembira usai Rapat paripurna DPR mengesahkan RUU PPRT menjadi Undang-undang di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
Momen Hari Kartini, DPR Sahkan RUU PPRT Jadi UU, Lindungi Pekerja Rumah Tangga
Indonesia
Hari Kartini 2026, PAM Jaya Bagikan 100 Toren Air Gratis untuk Ibu-Ibu di Jakarta Utara
PAM Jaya bagikan 100 toren air gratis di Hari Kartini untuk ibu-ibu di Jakarta Utara. Program ini bantu akses air bersih lebih stabil.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Hari Kartini 2026, PAM Jaya Bagikan 100 Toren Air Gratis untuk Ibu-Ibu di Jakarta Utara
Indonesia
Indonesia Gelar Pameran Surat Kartini di Kantor Pusat UNESCO
Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati hari Kartini, sebagai simbol perjuangan perempuan terutama terkait kesetaraan gender.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
 Indonesia Gelar Pameran Surat Kartini di Kantor Pusat UNESCO
Lifestyle
Meracik Kopi, Melawan Stigma, Kisah Kartini di Roemah Koffie
Di Roemah Koffie, peran perempuan justru menjadi bagian penting dari ekosistem kopi. Tidak hanya sebagai barista, mereka juga jadi pengajar di Roemah Koffie Academy.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Meracik Kopi, Melawan Stigma, Kisah Kartini di Roemah Koffie
Berita Foto
Antusias Siswa-Siswi YPAC dalam Fashion Show Busana Adat Indonesia Memperingati Hari Kartini
Siswi YPAC memperagakan busana Adat Betawi dalam rangka memperingati Hari RA Kartini di Sekolah YPAC di Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 21 April 2026
Antusias Siswa-Siswi YPAC dalam Fashion Show Busana Adat Indonesia Memperingati Hari Kartini
Indonesia
Peselancar Tuli di Hari Kartini: Taklukkan Ombak Kuta Pakai Kebaya
Kehadiran para peselancar difabel ini mendapat apresiasi besar dari peserta lain, termasuk Salini Rengganis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Peselancar Tuli di Hari Kartini: Taklukkan Ombak Kuta Pakai Kebaya
Indonesiaku
10 Ucapan Peringati Hari Kartini 2026: Inspirasi Perempuan Mandiri dan Berkarya
Kumpulan 10 ucapan Hari Kartini 2026 penuh makna. Cocok untuk caption, status, dan inspirasi perempuan mandiri.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
10 Ucapan Peringati Hari Kartini 2026: Inspirasi Perempuan Mandiri dan Berkarya
Fashion
5 Inspirasi Berkain di Hari Kartini 2026: Tampil Anggun, Modern, dan Berkarakter
Inspirasi berkain modern untuk Hari Kartini. Tampil anggun dan berkarakter dengan batik, ulos, hingga songket.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
5 Inspirasi Berkain di Hari Kartini 2026: Tampil Anggun, Modern, dan Berkarakter
Bagikan