TABUNG bening kebiruan bernama galon ini pasti sering kamu temukan. Entah itu di kantor, rumah, atau tempat lainnya. Karena memiliki kapasitas banyak dan harga kompetitif, galon menjadi alternatif sumber air minum di rumah tangga. Kemasannya yang tak sekali pakai juga menjadi sebuah keuntungan dalam mengurangi jumlah sampah plastik.
Dampak positif penggunaan galon air ini disampaikan oleh Peneliti Ekonomi Lingkungan Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat FEB-UI Bisuk Abraham Sisungkunon dalam konferensi pers bersama Danone AQUA, Rabu (12/10).
Galon yang dianggap baik oleh Bisuk juga haruslah galon yang bisa digunakan berulang kali. Bukan galon yang sekali pakai. Sebab, sampah plastiknya akan berakhir di tempat sampah atau lautan juga jika tidak dikumpulkan dengan benar serta didaur ulang. Saking pentingnya, Bisuk juga memberikan gambaran apa yang akan terjadi jika galon benar-benar menghilang dari kehidupan masyarakat.
Baca Juga:
Jualain dengan Menjadi Mitra Usaha Galon Air Mineral Berkualitas
"Apa yang terjadi jika galon ini sama sekali hilang dari pasaran? Dampaknya kita mengestimasi bahwa pilihan masyarakat terhadap kemasan air minum sekali pakai akan naik 770 ribu ton," ungkap Bisuk.
Kehilangan galon akan membuat penggunaan sampah plastik meningkat secara signifikan. Bayangkan, selama ini kita selalu mengisi air minum lewat galon. Jika tidak ada, mau tidak mau kita harus mengakses air melalui sumur atau keran. Namun, hal ini tidak efektif dan tidak semua orang punya akses terhadap air bersih. Jadi, solusi paling utama yang diambil oleh masyarakat pastilah membeli air minum dengan kemasan botol sekali pakai.
Akibatnya, tentu saja tumpukan sampah botol plastik di TPA akan meningkat ratusan ton, bahkan banyak di antaranya juga akan mencemari lautan. Selain itu, produksi plastik baru (virgin plastic) juga akan meningkat drastis. Selain mengotori lingkungan, proses produksi botol plastik ini akan menghasilkan emisi yang lebih banyak dan membuat efek gas rumah kaca bertambah parah.
Baca Juga:
Nah, sekarang dari segi ekonomi. AQUA mengungkapkan konsumsi galon oleh konsumen mereka selama ini telah memberikan kontribusi terhadap pertambahan PDB nasional Indonesia sebanyak Rp 460 miliar. Penggunaan galon daur ulang atau tak sekali pakai ini juga telah berhasil menggerakan ekonomi pada bidang pengadaan air, pengelolaan sampah, dan daur ulang.
Maka dari itu, kehilangan galon tak hanya berdampak bagi negara, tetapi juga langsung ke kehidupan rumah tangga masyarakat kecil karena telah memberikan mereka kesempatan dan lapangan kerja yang lebih besar.
Terakhir, secara sosial, kehilangan galon akan membuat gaya hidup setiap orang jadi berubah. Misalnya rutin memasak air keran, membeli botol kemasan lain, atau bahkan berpindah ke galon sekali pakai. Hal ini juga akan berdampak pada kehidupan masyarakat berprofesi sebagai kurir galon. (mcl)
Baca Juga:
Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik