Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pengusaha Tempe Keluhkan Harga Biji Kedelai Naik, Produksi Tempe Berkurang

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Pengusaha Tempe Keluhkan Harga Biji Kedelai Naik, Produksi Tempe Berkurang

Ciswanto pengusaha Tempe yang berjualan di Pasar Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/7).(foto: Merahputih.com/Tika Ayu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TINGGINYA nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah berimbas terhadap pengusaha rumahan produksi tempe. Hal itu lantaran biji kedelai merupakan produk impor dari luar negeri. Pengusaha Tempe, Ciswanto, mengatakan, selama dua bulan ke belakang, harga biji kedelai mengalami kenaikan. Saat ini, harga per kilonya mencapai Rp 11 ribu

"Sekarang harganya di Rp 11 ribu. Namun, kalau melihat dua tiga bulan lalu, harganya masih di Rp 9.000," kata dia saat ditemui di Pasar Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/7) malam.

Ciswanto yang telah menjalani bisnis usaha tempe selama 25 tahun itu mengatakan harga biji kedelasi merangkak naik terus karena suplainya dari luar negeri.

"Saya usaha dari 2001-2006. Saya melihat harga kacang Rp 2.900- Rp 3.000 sampai sekarang diharga Rp 10 ribu - Rp12 ribu per kilo. Kacang mentah ini dapat dari impor dari Amerika," katanya.

Baca juga:

Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran


Selain karena nilai tukar dolar, kenaikan harga biji kedelai juga dipengaruhi suplai biji kedelainya serta situasi perjalanan pengiriman biji kedelai sampai di Indonesia. "Kadang bisa naik kembali bisa turun kembali tergantung situasi panen raya di sana, dan situasi perjalanan pengiriman," katanya.


Pelanggan Mengeluhkan Produk Tempe


Ciswanto mengatakan kenaikan harga bahan baku membuat tempe sangat berpengaruh terhadap produksi dan daya beli masyarakat. Ia mencontohkan kerap menemui pelanggan dan pembelinya yang mengeluh saat hendak membeli produknya. Saat menghadapi hal tersebut, Ciswanto tidak bisa menaikkan harga, tapi mengurasi gramasi tempe per bungkusnya.

"Keluhan pasti ada. Pelanggan tahu semua bahan sembako enggak ada yang enggak naik. Jadi kalau begitu, ukurannya kecil, gramasinya tidak seperti biasa. Akibatnya, jadi hal yang wajar daripada menaikan harga, karena saat ini cari duit susah," ujarnya sambil meringis.

Ciswanto mengatakan saat ini ia mengurangi kapasitas produksi. Akibatnya, kapasitas produksi diperkiraankan hanya 100-150 kilogram kedelai untuk tempe per hari. Padahal, dulu bisa sampai 200 kilogram.

"Penjualan pemasukan berkurang. Modal bertambah omset tetep, jadi tetap kurang. Bukan diimbangi omset bertambah. Omset tetap, modal bertambah, akhirnya pendapatan kita berkurang," katanya.(Tka)

Baca juga:

Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai




#Tempe #Harga Kedelai #Kedelai Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pengusaha Tempe Keluhkan Harga Biji Kedelai Naik, Produksi Tempe Berkurang
Kenaikan harga biji kedelai juga dipengaruhi suplai biji kedelainya serta situasi perjalanan pengiriman biji kedelai sampai di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Pengusaha Tempe Keluhkan Harga Biji Kedelai Naik, Produksi Tempe Berkurang
Indonesia
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Berita Foto
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Pekerja menggoreng kripik tempe di rumah usaha Keripik Tempe Mama Tina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 07 Mei 2026
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Indonesia
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kilogram (kg) dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Harga Naik, Bapenas Janjikan Pasokan Kedelai ke Perajin Tahu dan Tempe Aman
Indonesia
Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Kementan telah melakukan koordinasi dengan para importir untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 April 2026
 Harga Kedelai Naik Tajam, Mentan Tebar Ancaman ke Importir
Olahraga
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Kementan menetapkan harga jual kedelai Rp 11.500 per kg. Kementan memastikan bahwa harga tetap stabil di tengah gejolak global.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Berita Foto
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Aktivitas perajin saat menyelesaikan pembuatan tahu rumahan di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 09 April 2026
Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen
Indonesia
Indonesia Promosikan Inovasi Olahan Tempe Bagi Warga AS, Pasar Tempe Capai USD 2,5 Miliar
Pada 2024, nilai pasar ritel AS untuk produk makanan berbasis nabati, termasuk tempe, tahu, dan protein bar, mencapai USD 8,1 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 26 Juli 2025
Indonesia Promosikan Inovasi Olahan Tempe Bagi Warga AS, Pasar Tempe Capai USD 2,5 Miliar
Kuliner
Sebelum Mendunia, Tempe Dicanangkan Sebagai Pangan Generasi Emas Indonesia
Guru besar dari Universitas IPB Ahmad Sulaeman mendukung pencanangan tempe sebagai pangan generasi emas Indonesia.
Wisnu Cipto - Jumat, 07 Juni 2024
Sebelum Mendunia, Tempe Dicanangkan Sebagai Pangan Generasi Emas Indonesia
Bagikan