Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kedelai Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe Perkecil Ukuran

Dampak Kenaikan Kedelai Impor, Produsen Tahu Naikkan Harga hingga 30 Persen

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Harga kedelai untuk pengrajin tahu dan tempe mengalami lonjakan harga akibat nilai tukar rupiah yang melemah. Kondisi ini membuat pengusaha UMKM melakukan upaya penyesuaian.

Perajin usaha Tahu Nunggal Roso di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menyesuaikan ukuran tahu sedikit lebih ekonomis untuk menyiasati kenaikan harga kedelai dari Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram.

Wakil Ketua Tahu Nunggal Roso Mubari mengatakan bagi perajin di usaha Tahu Nunggal Roso, fluktuasi harga kedelai di angka Rp 10.800 hingga Rp 11.000 per kilogram saat ini memberikan tekanan yang cukup signifikan.

Agar dapur Tahu Nunggal Roso tetap mengepul dan pelanggan setia di wilayah pemasaran Yogyakarta, serta sekitarnya tidak kecewa, kami menerapkan beberapa strategi bertahan dengan menyiasati ukuran dan ketebalan. Kami memilih untuk melakukan penyesuaian ukuran tahu sedikit lebih ekonomis dengan mengurangi beberapa milimeter daripada menaikkan harga,

kata Mubari.

Baca juga:

Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai

Strategi itu lebih bisa diterima oleh konsumen bawah dan pedagang pasar-pasar rakyat. Selain itu, perajin Tahu Nunggal Roso Tuksono melakukan efisiensi proses produksi dengan memperketat pengawasan pada proses pembuatan untuk menekan angka kegagalan (cacat produksi).

"Setiap butir kedelai harus dimasak dengan maksimal. Selain itu, kami memaksimalkan efisiensi bahan bakar dalam proses perebusan tahu," katanya.

Mubari mengatakan, dampak langsung yang dirasakan perajin tahu, yakni penyusutan margin keuntungan. Kedelai adalah bahan baku utama yang mencapai 60-70 persen dari total biaya produksi.

Ketika harganya tinggi, biaya operasional otomatis membengkak, sementara perajin tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual tahu ke konsumen secara drastis.

"Akibatnya, keuntungan kami terpangkas jauh," katanya.

Dilema yang dirasakan perajin tahu, menentukan harga jual. Sehingga, ia mengatakan menaikkan harga tahu berisiko membuat pelanggan baik pedagang pasar maupun konsumen langsung beralih atau mengurangi pembelian. Namun, menurut dia, jika harga tetap, perajin tahu menalangi biaya produksi.

"Untuk itu, kami melakukan pengelolaan arus kas yang ketat. Modal kerja yang dibutuhkan untuk membeli jumlah kedelai yang sama kini menjadi lebih besar. Kami harus memutar otak agar arus kas harian tetap aman untuk membayar tenaga kerja dan biaya lain seperti kayu bakar/gas dan plastik kemasan," katanya.

Untuk mengatasi persoalan kenaikan harga kedelai dan penurunan keuntungan, kata Mubari, perajin tahu memanfaatkan produk sampingan. Perajin tahu memaksimalkan penjualan hasil sampingan tahu, seperti ampas tahu untuk pakan ternak atau diolah jadi tempe gembus agar ada pemasukan tambahan yang bisa membantu menutup biaya operasional utama.

Selanjutnya, perajin tahu menjaga loyalitas pelanggan lewat kualitas walau ukuran disesuaikan. Perajin Tahu Nunggal Roso Tuksono berkomitmen untuk tidak mengurangi rasa, kebersihan, dan tekstur yang khas.

Bagi kami, kepercayaan pelanggan adalah modal terbesar untuk bertahan di masa sulit seperti ini,

katanya.

Sementara itu, perajin Tahu Nunggal Roso lainya Suhadi berharap ada upaya nyata dari pemerintah atau pihak terkait untuk menstabilkan harga kedelai di tingkat lokal.

Subsidi atau jalur distribusi yang lebih pendek akan sangat membantu perajin skala rumahan seperti kami di Kaliwiru agar tetap bisa bertahan dan menyediakan sumber protein terjangkau bagi masyarakat,

katanya.
#Rupiah #Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS #Kedelai Impor #Harga Kedelai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Geliat rupiah sepanjang hari ini bakal sangat dipengaruhi oleh rilis Neraca Pembayaran Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Indonesia
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Di lantai bursa uang, nilai tukar rupiah terpantau adem ayem tanpa pergeseran angka signifikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Indonesia
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak seirama menuju tren positif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Agustus 2026
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Indonesia
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Digitalisasi dan penggunaan rupiah secara fisik akan terus dikembangkan secara bersamaan guna memberikan pilihan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Indonesia
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat angka IKK periode Juli 2026 berada pada posisi 116,8, menurun dari capaian 117,8 pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Indonesia
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Pergerakan cerah ini juga diikuti oleh deretan saham unggulan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Keputusan terkait BI-Rate dan sejumlah kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Bagikan