MerahPutih.com - Rata-rata harga kedelai impor dalam seminggu terakhir berada di rentang Rp 11.266 sampai Rp 11.320 per kg atau 5,6 sampai 6,1 persen, sedangkan HAP di tingkat perajin tahu dan tempe yakni Rp 12.000 per kg.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan menjaga ketersediaan pasokan kedelai bagi perajin tahu dan tempe, guna memastikan keberlangsungan usaha serta menjaga stabilitas dan keterjangkauan produk bagi masyarakat.
"Ketersediaan kedelai secara nasional masih mencukupi untuk penuhi kebutuhan nasional, terutama bagi kebutuhan produksi perajin tahu dan tempe," kata Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (18/4).
Dia menyampaikan, pasokan kedelai, baik dari impor maupun produksi dalam negeri, diproyeksikan sampai akhir April 2026 masih berada di level yang aman.
Baca juga:
Ketercukupan ketersediaan kedelai tersebut senantiasa dipantau dan dijaga pemerintah. Apalagi lebih dari 90 persen kebutuhan kedelai nasional berasal dari kebutuhan perajin tahu dan tempe.
"Kaitan dengan ketersediaan stok, saat ini sampai dengan akhir April, stok kedelai kita masih 322 ribu ton. Artinya ini masih cukup," ujarnya.
Pihaknya rutin berkomunikasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (GAKOPTINDO) guna menjaga stabilitas dan pasokan salah satu komoditas pangan tersebut.
"Harga kedelai di perajin masih normal," ujarnya.
Ketersediaan kedelai secara nasional yang diproyeksikan berada di 322,5 ribu ton sampai akhir April tersebut masih memadai untuk menopang kebutuhan kedelai bulanan yang berada di kisaran antara 220 ribu sampai 230 ribu ton.
Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal di Rp 11.500 per kilogram (kg) dan di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.