Pengungsi Merapi Butuh Popok dan Masker Medis

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 11 November 2020
Pengungsi Merapi Butuh Popok dan Masker Medis

Para pengungsi di barak pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan. Foto: Hhumas Pemkab Sleman

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para pengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, mulai kekurangan sejumlah kebutuhan sekunder. Panewu Kapanewon Cangkringan, Suparmono menjelaskan mereka membutuhkan popok lansia,bayi dan masker.

Suparmono menjelaskan lansia penghuni barak banyak yang berusia 65 tahun ke atas. Popok dewasa diperuntukkan untuk para lansia yang sudah sepuh atau berusia diatas 70 tahun.

"Lansia yang sudah sepuh beberapa kesulitan berjalan. Padahal mereka sering beser (buang air kecil), jadi kami membutuhkan popok dewasa untuk mereka," kata Suparmono pada media di Yogyakarta, Rabu (11/11)

Baca Juga

Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Tiga Kali

Selain itu popok juga dibutuhkan untuk para bayi dan balita. Pasalnya, para ibu memiliki keterbatasan waktu untuk mencuci. Keterbatasan air bersih turut membuat orangtua dan ibu-ibu tidak bisa mencuci celana.

"Bayi dan balita butuh banyak popok. lebih praktis. Tak perlu cuci celana lagi," katanya.

Para pengungsi di barak pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan. Foto: Hhumas Pemkab Sleman
Para pengungsi di barak pengungsian Desa Glagaharjo, Cangkringan. Foto: Hhumas Pemkab Sleman

Benda sekunder lainnya yang dibutuhkan pengungsi adalah masker medis sekali pakai. Parmono menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan ribuan masker medis. namun stok mulai terbatas sehingga perlu segera ditambah.

"Masker medis itu kan pemakaiannya hanya 4 sampai 6 jam saja. Sehingga stok lebih cepat habis. Kita butuh masker medis agar tidak perlu dicuci,"kata dia.

Terakhir para pengungsi kekurangan kipas angin. Kondisi cuaca yang sedang panas ditambah sirkulasi udara yang kutang memadai membuat banyak pengungsi melaporkan sulit tidur karena kepanasan dan merasa gerah.

Baca Juga

Gunung Merapi dalam Khazanah Budaya Masyarakat Jawa

Sedangkan, untuk kebutuhan makanan dan obat-obatan, ia menegaskan tidak ada kekurangan sama sekali. Ada banyak relawan,petugas dan bahan makanan yang dimasak setiap hari di dapur umum pengungsian. Untuk obat-obatan, puskemas sekitar pengungsian sudah siap dan memiliki banyak stok. (Teresa Ika/Yogyakarta)

#Gunung Merapi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Warga yang tinggal dekat puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas
Indonesia
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
4 Pendaki dijatuhi sanksi lantaran nekat masuk kawasan puncak Merapi secara ilegal saat gunung itu masih berstatus Siaga (Level III).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Juni 2025
Pendaki Viral di TikTok Nekat Masuk Kawasan Puncak Merapi Dihukum Bersihkan OWA Kalitalang
Indonesia
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
BPBD DIY mengingatkan untuk tidak mendaki Gunung Merapi saat status siaga. Simak info terbaru dan upaya mitigasi yang dilakukan.
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 15 April 2025
BPBD DIY Ingatkan Masyarakat Soal Status Siaga Gunung Merapi, Jangan Coba-Coba Mendaki!
Indonesia
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Gunung Merapi ditutup karena berstatus naik level III yang dapat membahayakan jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Puluhan Pendaki Ilegal Gunung Merapi Diamankan Polisi, Dicegat Saat Turun
Indonesia
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang masih cukup tinggi sampai awal 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Januari 2025
BNPB Fokus ke Tiga Gunung Berapi Ini Karena Sedang 'Aktif'
Bagikan