MerahPutih.com - Pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi, sehingga uji coba harus terus dilakukan.
Saat ini, pengujian tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg yang akan menjadi alternatif dari LPG 3 kg diklaim sudah memasuki tahap akhir.
Saya baru tiga hari lalu mendapat presentasi hasil tabung 3 kg dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir,
ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (3/8).
Bahlil menyampaikan berdasarkan informasi yang ia terima, tabung CNG 3 kg tinggal melakukan uji tembak dengan pembakaran 850 derajat Celcius. Uji tembak tersebut, akan dilakukan di China dan Indonesia.
Baca juga:
Proyek Penerapan CNG 3 Kg Dipastikan Bukan Pengganti LPG 3 Kg Bersubsidi
Dua-duanya dilakukan (China dan Indonesia). Jadi, kami juga tembak juga,
kata Bahlil.
Ia berharap, agar pada Agustus pemerintah bisa melakukan perkenalan CNG 3 kg kepada masyarakat.
Doakan saja, doakan, ya. Yang terbaik untuk ibu pertiwi tercinta,
ujar Bahlil.
CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar, lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.
CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Selain itu, pemerintah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik. (*)

