Merahputih.com - Pedagang melakukan bongkar muat tabung gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kawasan palmerah, Jakarta Barat, Jum'at (15/5/2026).
Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan sekaligus menguji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai alternatif energi pengganti LPG subsidi atau gas melon untuk kebutuhan rumah tangga. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi nasional.
Pengembangan CNG 3 kg dilakukan dengan memanfaatkan gas alam domestik yang dinilai lebih melimpah dan berpotensi memperkuat kemandirian energi nasional. Pemerintah menargetkan produksi massal tabung CNG dapat direalisasikan dalam tiga bulan ke depan setelah proses pengujian dan evaluasi selesai dilakukan.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Lemigas, pemerintah saat ini masih melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan keamanan penggunaan tabung CNG, khususnya tabung tipe 4 yang dinilai lebih ringan dan aman. Pengujian dilakukan sebelum program diterapkan secara luas kepada masyarakat.
Pemerintah juga memastikan CNG 3 kg nantinya tetap mendapatkan subsidi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat tetap memperoleh akses energi dengan harga terjangkau. Selain itu, masyarakat disebut tidak perlu mengganti kompor gas yang saat ini digunakan karena sistem CNG dirancang kompatibel dengan perangkat LPG rumah tangga yang sudah ada.
Implementasi program direncanakan dilakukan secara bertahap dengan tahap awal menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke wilayah lain di Indonesia.
Program pengembangan CNG 3 kg ini muncul sebagai respons atas tingginya impor bahan baku LPG, terutama propane (C3C_{3}C3) dan butane (C4C_{4}C4), yang selama ini membebani anggaran negara. Di sisi lain, Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar sehingga dinilai dapat menjadi solusi energi alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan. (Foto: MP/Didik Setiawan).

