Penggali Kubur, Jagoan di Kala Pandemi
Penggali kubur selama pandemi. (Foto: Unsplash Melissa Mullin)
PENGGALI kubur berpakaian APD lengkap terus menggali tanah bermodalkan penerangan dari lampu seadanya. Mereka terus menggali, menguburkan, menutup liang lahat, kembali melubangi tanah lainnya, meski hari telah gelap.
Baca Juga:
Mocaves dan Hahahihi Scoot, Jagoan Negeri Aing Berbagi di Masa Sulit
Tempat Pemakaman Pasien Khusus COVID-19 di bulan Juli silam tak pernah sepi. Pagi, siang, sore, dan malam pun tetap berdatangan mobil ambulans memebawa jenazah terpapar COVID-19.
Jumlah kumulatif kematian Covid-19 selama 1-29 Juli mencapai 32.061 kasus. Hasil tersebut empat kali lipat lebih besar bila dibandingkan Juni dengan jumlah kasus kematian berjumlah 7.913.
View this post on Instagram
"Kematian di Indonesia bertambah lebih dari seribu setiap harinya, bahkan pada 27 Juli lalu kematian harian mencapai 2.069 dalam sehari. Jumlah kematian di bulan Juli ini, menjadi bulan dengan kematian paling banyak selama pandemi di Indonesia," kata Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Covid-19, di kanal YouTube BNPB Indonesia.
Kerja para penggali kubur jadi semakin berat di masa melonjaknya kasus kematian terpapar COVID-19. Lahan-lahan di Tempat Pemakaman Pasien Khusus COVID-19 diperluas karena lokasi tak lagi bisa memuat jenazah saban hari berdatangan.
Baca Juga:
Sosok Jagoan Negeri Aing di Balik Aksi Sosial Berbagi Nasi Gratis di Nusa Dua Bali
Foto petugas penggali kubur berpakaian APD lengkap tidur di atas makan pun beredar luas di media sosial sepanjang bulan Juli. Mereka kelelahan lantaran harus berjibaku menguburkan jenazah nan tak kunjung surut.
Tak mudah beradaptasi, semula bekerja hanya menggunakan pakaian sehari-hari, lalu harus berpakaian APD lengkap bahkan hampir seharian.
Beberapa di antara mereka sampai harus mengungsikan istri dan anak ke luar kota agar tak terpapar akibat tugas selama di pemakaman. Bahkan, untuk sekadar makan atau minum saja mereka harus berbersih diri. Alat-alat penggali pun diberi semprotan disinfektan secara rutin.
Sesampai di rumah, para penggali kubur juga terpaksa mandi di luar rumah agar tak langsung berkontak dengan penghuni lain. Mereka harus memastikan tak membawa virus ke rumah. (Tel)
Baca Juga:
Pengawal Ambulans Negeri Aing, 'Gas' Terus Selama Sirine Berbunyi
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya