Penggali Kubur, Jagoan di Kala Pandemi

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 22 Agustus 2021
Penggali Kubur, Jagoan di Kala Pandemi

Penggali kubur selama pandemi. (Foto: Unsplash Melissa Mullin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGGALI kubur berpakaian APD lengkap terus menggali tanah bermodalkan penerangan dari lampu seadanya. Mereka terus menggali, menguburkan, menutup liang lahat, kembali melubangi tanah lainnya, meski hari telah gelap.

Baca Juga:

Mocaves dan Hahahihi Scoot, Jagoan Negeri Aing Berbagi di Masa Sulit

Tempat Pemakaman Pasien Khusus COVID-19 di bulan Juli silam tak pernah sepi. Pagi, siang, sore, dan malam pun tetap berdatangan mobil ambulans memebawa jenazah terpapar COVID-19.

Jumlah kumulatif kematian Covid-19 selama 1-29 Juli mencapai 32.061 kasus. Hasil tersebut empat kali lipat lebih besar bila dibandingkan Juni dengan jumlah kasus kematian berjumlah 7.913.

"Kematian di Indonesia bertambah lebih dari seribu setiap harinya, bahkan pada 27 Juli lalu kematian harian mencapai 2.069 dalam sehari. Jumlah kematian di bulan Juli ini, menjadi bulan dengan kematian paling banyak selama pandemi di Indonesia," kata Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Covid-19, di kanal YouTube BNPB Indonesia.

Kerja para penggali kubur jadi semakin berat di masa melonjaknya kasus kematian terpapar COVID-19. Lahan-lahan di Tempat Pemakaman Pasien Khusus COVID-19 diperluas karena lokasi tak lagi bisa memuat jenazah saban hari berdatangan.

Baca Juga:

Sosok Jagoan Negeri Aing di Balik Aksi Sosial Berbagi Nasi Gratis di Nusa Dua Bali

Foto petugas penggali kubur berpakaian APD lengkap tidur di atas makan pun beredar luas di media sosial sepanjang bulan Juli. Mereka kelelahan lantaran harus berjibaku menguburkan jenazah nan tak kunjung surut.

penggali kubur
APD dan vitamin adalah hal yang paling mereka perlukan saat ini. (Foto: Instagram kristianto.purnomo)

Tak mudah beradaptasi, semula bekerja hanya menggunakan pakaian sehari-hari, lalu harus berpakaian APD lengkap bahkan hampir seharian.

Beberapa di antara mereka sampai harus mengungsikan istri dan anak ke luar kota agar tak terpapar akibat tugas selama di pemakaman. Bahkan, untuk sekadar makan atau minum saja mereka harus berbersih diri. Alat-alat penggali pun diberi semprotan disinfektan secara rutin.

Sesampai di rumah, para penggali kubur juga terpaksa mandi di luar rumah agar tak langsung berkontak dengan penghuni lain. Mereka harus memastikan tak membawa virus ke rumah. (Tel)

Baca Juga:

Pengawal Ambulans Negeri Aing, 'Gas' Terus Selama Sirine Berbunyi

#Agustus Jagoan Negeri Aing #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan