Kisah Inspiratif

Pengetahuan Sebagai Modal Dalam Membangun dan Memajukan Papua

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 09 Agustus 2020
Pengetahuan Sebagai Modal Dalam Membangun dan Memajukan Papua

Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, saat diperkenalkan sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Papua adalah salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Namun, kekayaan tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal dan efektif, karena selama ini pembangunan di Papua masih cukup terbatas dan tidak merata.

Lahirnya berbagai kebijakan dan upaya percepatan pembangunan Papua dewasa ini yang ditandai dengan peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar serta pengembangan ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan yang terus dilakukan, menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia untuk memajukan Papua di berbagai aspek, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi, dan infrastruktur.

Baca Juga

Pelanggar Protokol Kesehatan Bisa Dihukum Pidana

Dalam rangka memperluas sosialisasi mengenai pentingnya pembangunan Papua, Desantara Foundation yang didukung oleh Kompetensia sebagai media support menyelenggarakan webinar melalui aplikasi Zoom berjudul Prosperous Papua: Human, Economic, and Infrastructure Development pada Sabtu, 8 Agustus 2020, pukul 09.00-12.00 WIB atau 12.00-3.00 PM waktu Canberra.

Dalam webinar yang dimoderatori oleh Amrih Widodo, seorang ANU Senior Lecturer, Canberra, Australia ini, Desantara Foundation mengundang 4 pembicara, di antaranya adalah Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden Indonesia dan anggota dari Papua Muda Inspiratif (PMI); Sidney Jones, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC); Prof. Owen Podger, Direktur bidang Governance & Accountability, Osana International Professional Associate, University of Canberra; serta Simon Tabuni, aktivis bahasa dan inisiator dari Anggimart, Angkat Mama Papua.

Pada presentasinya, Sidney Jones menyampaikan tentang perdebatan mengenai pembaruan, revisi, maupun penolakan Undang-Undang Otonomi Khusus di Papua dalam konteks isu kepercayaan terhadap pemerintah, evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi khusus (otsus) Papua, migrasi, pemberontakan, hingga Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya, apabila masalah otsus tidak ditangani dengan bijak, maka situasi yang kini telah buruk berpotensi menjadi bertambah parah. "Pada dasarnya masalah terbesar di Papua bukanlah separatisme, melainkan tindakan main hakim sendiri (vigilante) yang umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi," kata Sidney.

Selanjutnya Prof. Owen Podger memaparkan bahwa infrastruktur bukan sebagai suatu layanan, akan tetapi tanpa adanya infrastruktur maka tidak akan ada layanan yang dapat diberikan. Menurutnya, Infrastruktur dan pelayanan adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan.

"Persoalan besar di Papua bukan terletak pada infrastruktur, tetapi karena infrastruktur yang terbatas maka pelayanan di berbagai aspek, khususnya kesehatan dan pendidikan menjadi terbatas/terhambat," ujar Owen.

Oleh sebab itu, kata Owen, perlu diterapkan perspektif baru di berbagai aspek dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Papua. Khususnya terkait pendidikan. Menurut Owen, permasalahan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka mempersiapkan generasi muda Papua yang berkompeten di masa mendatang.

"Kurikulum pendidikan yang ada saat ini dinilai belum dapat mendidik masyarakat Papua sebagaimana seharusnya, sehingga sangat mendesak untuk melakukan inovasi," jelas dia.

Billy Mambrasar kemudian memaparkan pembahasan dengan judul “Human Centered Development Process in Papua and West papua Provinces.” Menurut Billy, selama ini pembangunan di Papua dan Provinsi Papua Barat belum menerapkan konsep membangun bersama, sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat belum dapat menikmati hasil pembangunan sebagaimana mestinya.

Billy juga memaparkan pentingnya melakukan investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) Papua, karena faktor manusia merupakan faktor utama keberhasilan pengembangan Papua untuk bergerak maju ke depan. Salah satu upaya pengembangan SDM adalah dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi SDM.

"Selama ini pemuda-pemuda Papua masih cukup sulit memperoleh beasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di wilayah lain di luar Papua, padahal pendidikan adalah modal utama bagi pemuda-pemuda Papua untuk dapat memajukan wilayahnya," kata Billy.

Baca Juga

Jadi Ketum Lagi, Prabowo Ungkap Perjuangannya Besarkan Gerindra meski Pernah Diremehkan

Billy mengungkapkan, bahwa pendidikan bukan sekadar pengajaran atau transfer ilmu dari pengajar kepada murid, tetapi memberikan sumber pengetahuan yang lebih bersifat human development (membangun SDM) dalam segala aspek.

"Pengetahuan tersebut akan menjadi investasi terbesar yang dapat dimanfaatkan oleh para pemuda Papua untuk membangun dan memajukan Papua," imbuhnya.

Berbekal ilmu pengetahuan tersebut, Billy meyakini, masyarakat Papua akan memiliki pengetahuan mengenai wilayah Papua, mampu mengidentifikasi apa saja yang mereka butuhkan, dan menemukan solusi untuk mewujudkannya.

Selain itu, para investor yang membuka bisnis di Papua juga diharapkan dapat menjalankan 3 prinsip utama, yaitu directly (mempekerjakan orang papua), properly (layak/patut), dan correctly (tidak merusak sumber daya alam yang ada).

“Yang kami minta pada pemerintah sangat simpel. Please trust us and please work with us. We can colaborate with you on developing our land and developing our people and our nation,” kata Billy.

Melalui Papua Muda Inspiratif (PMI), Billy dan para pemuda Papua menjalankan misi untuk membangun dan memajukan masyarakat Papua. PMI adalah sebuah komunitas berisikan pemuda-pemuda Papua yang berkomitmen tinggi untuk senantiasa berupaya membantu memajukan Papua dan masyarakatnya melalui berbagai upaya serta kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

Saat ini PMI tengah menyusun sebuah konsep kolaborasi dengan pemerintah untuk mendesain sistematika proses training dalam bentuk sistem coaching dan mentoring sebagai pembibitan kader untuk menciptakan anak muda Papua yang inovatif dan mempunyai pola pikir modern dalam rangka menciptakan rasa nasionalisme masyarakat Papua secara organik.

Dalam diskusi ini, Brigitta Hisage selaku Manajer Program PMI regional Jayapura juga menyampaikan mengenai Mama Market yang telah dijalankan oleh PMI selama 3 bulan berjalan. Dalam upaya menstabilisasi harga bahan pokok, PMI mendata mama-mama Papua dan menampung hasil kebun berikut gula dan beras untuk kemudian dipasarkan di Pasar Mamtaa, sebuah pasar murah yang menjual bahan-bahan pokok dengan harga yang terjangkau oleh ekonomi menengah ke bawah.

"PMI juga mempekerjakan mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan sampingan sebagai kurir," ungkap Brigita.

Konsep Human Development yang disampaikan oleh Billy mendapat dukungan dari Prof. Owen Podger yang menekankan, bahwa “kekhusussan dan keistimewaan Papua tidak lantas menciptakan perbedaan terhadap pembangunan infrastruktur di Papua dibandingkan dengan daerah lainnya di indonesia, sehingga partisipasi publik untuk mengikuti kebijakan pemerintah berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri.”

Baca Juga

Tak Tanggung-tanggung, Lonjakan Kasus COVID-19 Capai 2.277 Pasien

Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Papua menjadi kunci utama dalam pembangunan, sementara partisipasi hanya diperoleh apabila terdapat kesadaran dalam diri setiap orang. Kesadaran tersebut muncul melalui edukasi/pengetahuan.

Maka dapat disimpulkan, bahwa pengetahuan menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh masyarakat Papua, agar dapat berpartisipasi penuh dalam upaya membangun dan memajukan Papua dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam hal ini, PMI telah menyusun langkah-langkah inkubasi dalam jangka panjang, yakni:

1. Membentuk narasi “satu panggilan” untuk masyarakat dan tanah Papua.

2. Membentuk pola pikir “masyarakat Papua menjadi pemain nasional dan global”.

3. Mendorong negara memberikan pengakuan atas kontribusi setempat.

4. Menampilkan narasi individu-individu inspiratif ini di tingkat nasional dan global.

5. Memiliki rasa bangga bahwa negara memberikan penghargaan kepada perjuangan dan kobntribusi.

6. Rasa nasionalisme tumbuh secara organik sehingga kesejahteraan pun meningkat.

Baca Juga

Beri Sambutan KLB, Megawati Yakin Gerindra Partai Pancasilais

Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan misinya, PMI akan terus hadir serta berpartisipasi aktif dan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya membangun dan memajukan Papua guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, dan infrastruktur di Pulau Paling Timur Indonesia ini.

“Kita tidak perlu mempermasalahkan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu, tetapi kita harus fokus dan berkomitmen terhadap upaya dan progres di masa depan,” ujar Billy di akhir diskusi. (Pon)

#Kisah Inspiratif Hut Ri #Konflik Papua #Papua #Budaya Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan