Pengamat: SBY Jadi Alasan PKS Berpotensi Merapat ke Koalisi Prabowo

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 18 Februari 2024
Pengamat: SBY Jadi Alasan PKS Berpotensi Merapat ke Koalisi Prabowo

Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mencoblos di Pacitan, Rabu (14/2/2024) (Foto: Antara/Destyan Handri Sujarwoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proses rekapitulasi suara Pemilu 2024 masih berlangsung. Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mendominasi perolehan suara.

Melihat hal ini, Pengamat Politik Jerry Massie memprediksi ada partai koalisi lawan yang segera merapat ke Prabowo.

Jerry memprediksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan besar akan bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

“PKS secara aspek probabilitas politik besar kemungkinan mereka merapat dan bergabung dengan koalisi Prabowo,” ujar Jerry kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/2).

Baca juga:

Pertama Kalinya SBY Nyoblos di Kampung Halaman

Jerry menambahkan bahwa ada dua indikator kuat yang menunjukkan partai pendukung Anies Baswedan itu bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.

Pertama, PKS selalu mendukung Prabowo dalam pemilihan presiden sebelumnya dan hubungan antara Gerindra dan PKS terjalin baik.

Faktor kedua adalah hubungan dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat yang selama ini mendukung Prabowo.

PKS pernah masuk kabinet SBY saat mereka berkoalisi pada 2004 silam.

“Apalagi sebelum hengkang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Demokrat terlihat mesra di koalisi Perubahan,” Kata Jerry.

Direktur P3S ini juga menyebut PKS dan Presiden Jokowi juga punya kenangan indah saat bersama-sama menjadi koalisi saat ayah kandung Gibran tersebut menjadi Wali Kota Surakarta beberapa waktu silam.

“Saya yakin Gibran juga akan legowo apalagi Jokowi,” kata Jerry.

Menurut Jerry, kemungkinan masuknya PKS ke dalam koalisi akan mengulang koalisi tahun 2019. Saat itu, sembilan partai politik bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Bisa jadi koalisi gemuk seperti 2019 lalu,” ujarnya. (knu)

Baca juga:

Prabowo Sowan dan Berterima Kasih ke SBY, Sekali Senior Tetap Senior

#PKS #SBY #Pilpres 2024 #Pemilu 2024
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
SBY mengatakan hingga akhir Agustus 2026 dirinya masih berada di Rochester untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Bagikan