Pengamat Nilai Surya Paloh Main Politik Dua Muka

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 11 November 2019
Pengamat Nilai Surya Paloh Main Politik Dua Muka

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di sela-sela acara Kongres dan HUT Partai NasDem, di Jakarta, Sabtu (9/11). ANTARA FOTO/Imam B.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Satyo Purwanto mengatakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sedang melancarkan serangkaian manuver politik. Dia menilai, Bos Media Group itu sedang memainkan politik dua muka.

Selain bermesraan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Satyo menyebut manuver politik lainnya yakni mendahulukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketimbang Presiden Jokowi untuk tampil di Kongres II NasDem.

Baca Juga

Manuver Politik Surya Paloh Bentuk Sakit Hati kepada Jokowi

"Saya lebih senang menyebutnya ini manuver SP ketimbang manuver Nasdem. Sebab, SP memainkan politik dua muka," kata Satyo kepada wartawan, Selasa (11/11).

Paloh, kata Satyo, memiliki dasar kuat untuk melakukan manuver politik. Pasalnya, hasrat Paloh untuk menempatkan kader NasDem untuk kembali menjadi Jaksa Agung tidak terealisasi.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP PKS, Rabu (30/10) (Donny/PKSFoto)

"Bahwa ada rumor yang berkembang, manuver SP akibat kecewa karena posisi Jaksa Agung diberikan ke pihak lain, bisa jadi benar," ujarnya.

Baca Juga

Nasdem Sebut Hubungan Jokowi-Surya Paloh Seperti Abang dan Adik

Menurut dia, NasDem menjadi pihak yang paling dirugikan dari rangkaian manuver politik Paloh. Nasib kader NasDem di Kabinet Indonesia Maju terancam direshuffle Presiden Jokowi.

"Akibat manuver ini NasDem sebagai partai politik dirugikan oleh manuver SP. Jokowi sebagai Presiden memiliki kewenangan untuk mengevaluasi menteri-menteri dari NasDem," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menilai, menteri dari NasDem sebetulnya ingin bekerja di pemerintahan Jokowi. Namun, manuver politik sang ketua umum menghambat mereka melaksanakan pekerjaan.

Baca Juga

Nasdem Gandeng Partai Oposisi, Poros PDIP Diprediksi Bakal Keok di Pilpres 2024

"Kondisi ini diakibatkan manuver SP yang berpolitik dua muka, tidak tegas, di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan," pungkasnya. (Pon)

#Surya Paloh #Partai Nasdem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan