Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pengamat Intelijen Ungkap Motif AS Tuduh Tiongkok Penyebar Virus COVID-19

Eddy FloEddy Flo - Senin, 04 Mei 2020
 Pengamat Intelijen Ungkap Motif AS Tuduh Tiongkok Penyebar Virus COVID-19

Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat Intelijen dan Keamanan Negara, Stanislaus Riyanta menilai, adanya justifikasi bahwa Tiongkok biang keladi dari mewabahnya virus Covid-19 di seluruh penjuru dunia, tidak tepat. Apalagi, isu itu dihembuskan oleh kelompok The Five Eyes yang berada di Amerika Serikat (AS).

Menurut Stanislaus, tuduhan dari the Five Eyes belum bisa dikatakan sah, karena The Five Eyes itu kan terdiri dari negara-negara yang semuanya pro Amerika dan bukan pihak yang netral.

Baca Juga:

Beda Dengan Nurhadi, IPW: Harun Masiku Sudah Lenyap Ditelan Bumi

"Nah, Tiongkok juga tentu mengeluarkan tuduhan yang sama terhadap Amerika," ujar Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/5).

Stanislaus Riyanta mengatakan,jika dipahami lebih dalam lagi, sebenarnya memang saling lempar tanggung jawab terkait Covid-19 ini dilatarbelakangi oleh adanya perang dagang antara kedua negara tersebut.

Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta ungkap motif AS tuduh Tiongkok sebar virus corona
Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Siapa pun yang menyebabkan hal ini, baik Tiongkok dan Amerika, dampak dari pandemi ini dimanfaatkan betul oleh kedua negara untuk perang dagang.

"Jadi Tiongkok menyerang Amerika dan Amerika juga menyerang Tiongkok," jelasnya.

Stanislaus Riyanta mengatakan, pandemi Covid-19 ini menjadi babak baru dari perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika, di mana kedua negara ini semakin agresif.

Bahayanya adalah ketika kedua negara ini saling berbalas, kalau dulu adalah perang militer, kemudian dilanjutkan perang dagang, dikemudian hari bisa jadi perang bio terorism, ini bahaya.

"Karena jika tuduhan Tiongkok terhadap Amerika itu benar, atau tuduhan Amerika terhadap Tiongkok itu benar, maka itu sudah merupakan suatu perang bio terorism," jelas anggota prograk doktoral Intelijen Universitas Indonesia ini.

Stanislaus mengakui, ditengah pandemi seperti sekarang ini, tidak banyak yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia, agar tidak terjebak dalam perang yang dilakukan kedua negara, baik perang dagang maupun juga yang terburuk yaitu perang bio terorisme.

Momen ini, kata Stanislaus Riyanta, harus dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian bangsa, agar tidak terjebak dalam perang dagang antara kedua negara.

"Kalau kekuatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, maka ini bisa menjadi titik tolak kita untuk bangkit," pungkasnya.

Baca Juga:

Update COVID-19, Minggu (3/5): Pasien Positif 11.192 dan 1.876 Dinyatakan Sembuh

Baru-baru ini ramai dibahas di berbagai media tentang laporan investigasi Aliansi Intelijen the Five Eyes yang mengungkap adanya upaya Tiongkok untuk menyembunyikan atau menghancurkan bukti terkait penyebaran virus corona.

Aliansi Intelijen The Five Eyes yang terdiri dari Intel Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru menemukan sedikitnya enam fakta yang ditutupi pihak Tiongkok, terkait dengan penyebaran Covid-19.

Bahkan, The Five Eyes menuding, Covid-19 sengaja dihembuskan Tiongkok dengan tujuan ekonomi.(Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jutaan Produksi Rokok Terpapar COVID-19 Beredar di Masyarakat

#Stanislaus Riyanta #COVID-19 #Amerika Serikat #Tiongkok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Indonesia
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif baru hingga 12,5% terhadap barang dari 60 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Dunia
2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Dua tanker minyak meledak di Selat Hormuz. Iran menuding blokade AS sebagai penyebab dan mengancam balasan. UKMTO melaporkan kapal terbakar di dekat Oman.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
 2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Indonesia
Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
 Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Dunia
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
NORAD mengatakan pembatasan itu berlaku mulai Jumat hingga Minggu melalui sejumlah temporary flight restrictions (TFR) yang diterapkan bersama Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
Bagikan