Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pengamat Dorong Pemerintah Lakukan Lelang GKR

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 21 Juni 2017
Pengamat Dorong Pemerintah Lakukan Lelang GKR

Ilustrasi stok gula pasir bulog. (ANTARA FOTO/Rahmad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pengamat Ekonomi Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar mendorong pemerintah untuk terus melaksanakan lelang Gula Kristal Rafinasi (GKR) sesuai Permendag No. 16/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas.

Menurut dia, dengan melaksanakan Permendag No. 16/2017 tersebut, pemerintah akan menguntungkan kalangan usaha mikro kecil menengah atau UMKM yang selama ini jarang menikmati bahan gula untuk diperdagangkan.

"Kalau menurut saya, pemerintah jalan terus saja karena lelang yang dimaksud akan menguntungkan pelaku usaha kecil. Selama ini, 'kan yang menikmati yang besar-besar," kata Hermanto di Jakarta, Rabu (21/6).

Pernyataan Hermanto tersebut dalam rangka menyikapi sebagian kalangan dari anggota DPR yang tidak menyetujui proses lelang dengan mempertanyakan penjelasan lelang yang seharusnya dilakukan sesuai aturan lelang.

Dia mengatakan, lelang gula rafinasi dilakukan pemerintah karena selama ini produksi di Indonesia sangat terbatas sehingga harus mengimpor. Karena itu, dia mempertanyakan adanya kalangan dewan yang bersikeras untuk menolak proses lelang gula rafinasi.

"Motifnya apa dewan mempertanyakan secara ngotot kepada pemerintah yang melaksanakan lelang," katanya.

Hermanto menambahkan, untuk meredam perdebatan lelang gula rafinasi tersebut, dirinya menyarankan agar pemerintah segera mewujudkan swasembada gula yang sejak dulu belum pernah terwujud.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa pihaknya baru saja diundang Wantimpres membicarakan tentang pelelangan gula rafinasi untuk Akses UMKM sesuai Permendag No. 16/ 2017.

"Ini sekarang menjadi topik yang sangat panas karena para kartel gula yang selama ini menguasai gula rafinasi di Indonesia sangat terganggu," katanya.

Padahal, kata dia, Presiden Jokowi menyetujui adanya Permendag ini sangat berpihak kepada UMKM dalam memberikan Akses terhadap UMKM dan juga memberantas Mafia Gula.

"Ini baik untuk kita bahas dari sudut pandang Asosiasi UMKM Indonesia atau AKUMINDO," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa proses lelang tersebut dilakukan secara transparan dan telah mengikuti prosedur yang berlaku.

Proses simulasi lelang sendiri akan dilakukan pada Juli 2017 sesuai ketetapan yang disepakati bersama antara Asosiasi Gula Rafinasi (AGRI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) dan PT Pasar Komoditas Berjangka.

#Pengamat Pangan #Gula Rafinasi #Menteri Perdagangan #Enggartiasto Lukita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Berita Foto
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Indonesia
Impor Gula Rafinasi Dinilai Kebanyakan Jalur, DPR Dorong Satu Pintu via BUMN
Komisi VI DPR menilai, bahwa impor gula rafinasi terlalu banyak jalur. Impor tersebut diusulkan melalui satu pintu via BUMN.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
Impor Gula Rafinasi Dinilai Kebanyakan Jalur, DPR Dorong Satu Pintu via BUMN
Indonesia
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, harga bahan pokok masih stabil menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Senin, 16 Maret 2026
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Kementerian Perdagangan turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok menjelang Idul Fitri 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Bagikan