Pengamat: ASEAN Bersatu Hadapi Pergolakan di Asia-Pasifik

Eddy FloEddy Flo - Senin, 13 Februari 2017
 Pengamat: ASEAN Bersatu Hadapi Pergolakan di Asia-Pasifik

Dewi Fortuna Anwar (tengah) (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Negara-negara ASEAN harus bersatu dalam menghadapi pergolakan di kawasan Asia-Pasifik akibat pengaruh China yang semakin meningkat serta kepemimpinan Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, kata Dewi Fortuna Anwar.

"Apa yang bisa dilakukan negara-negara 'middle power', seperti anggota ASEAN, dalam menghadapi pergolakan di kawasan? Bagi kami yang selama ini bertahan hidup bersama negara-negara besar, hal ini tentang bagaimana mengelola hubungan," kata pengamat politik luar negeri dari The Habibie Center itu di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut dia sampaikan pada seminar bertema "Middle Power Possibilities at a Moment of Turbulence in the Asia-Pacific".

Menurut Dewi, negara-negara "middle power" seperti anggota ASEAN harus dapat berperan lebih dalam menjaga dan memperkuat institusi yang bersifat "rule-based" untuk menghadapi tantangan yang muncul dari kemungkinan pergeseran keseimbangan kekuatan antara China dan AS di kawasan Asia-Pasifik.

"Kita harus bisa menjadi pemain, bukan hanya mengikuti atau tawar-menawar dengan negara besar. Negara 'middle power' juga harus bisa mengubah permainan," ujar dia.

Dewi mengatakan, negara-negara ASEAN harus menciptakan otonomi strategis guna memastikan terjaganya stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan.

"ASEAN harus memainkan peran penting untuk menjaga otonomi strategis kawasan Asia Tenggara sehingga kita tidak lagi terpecah-pecah atau dibelah oleh negara-negara yang lebih besar," ujar dia.

Selain itu, Dewi menekankan bahwa negara anggota ASEAN perlu menciptakan arsitektur regional yang lebih inklusif dan ASEAN harus menggunakan semua instrumen yang telah dimiliki organisasi regional tersebut dalam menghadapi pergolakan yang mungkin timbul di Asia-Pasifik di masa mendatang.

"ASEAN harus memainkan peran negara-negara 'middle power' dengan lebih percaya diri. Jadi, ini tentang bagaimana kita mengendalikan situasi sekarang ini yang tidak sesulit yang kita bayangkan. Untuk kita (ASEAN), normal saja berada dalam situasi yang penuh pergolakan," ucap dia.

#KTT ASEAN #Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) #Politik Luar Negeri #Pengamat Politik
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Indonesia
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Pemerintah harus membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Pengamat pun mengatakan, bahwa ini bisa menjadi bom waktu.
Soffi Amira - Rabu, 05 November 2025
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Indonesia
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Presiden RI, Prabowo Subianto, ikut turun tangan saat memusnahkan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Rabu (29/10).
Soffi Amira - Kamis, 30 Oktober 2025
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Indonesia
Presiden Prabowo Pulang Lebih Awal ke Tanah Air dari KTT ASEAN, Disebut Ada Hal Mendesak
Menlu meminta agar tidak ada pihak yang berspekulasi bahwa Presiden Prabowo pulang lebih awal karena kesalahan penyebutan nama. Presiden Prabowo, kata dia, pulang karena ada hal penting di tanah air.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Oktober 2025
Presiden Prabowo Pulang Lebih Awal ke Tanah Air dari KTT ASEAN, Disebut Ada Hal Mendesak
Dunia
China dan AS Capai Kesepakatan Dagang di KTT ASEAN, Tensi Mulai Mereda?
China dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan dasar dalam pembicaraan perdagangan dan ekonomi di Malaysia, meski kedua pihak tetap berpegang pada posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Oktober 2025
China dan AS Capai Kesepakatan Dagang di KTT ASEAN, Tensi Mulai Mereda?
Dunia
Konflik di Myanmar Tidak Kunjung Selesai, Para Pemimpin ASEAN Desak Dialog Politik Nasional
ASEAN mendesak agar semua pihak terkait untuk mengambil tindakan nyata guna segera menghentikan kekerasan tanpa pandang bulu dan menahan diri secara untuk menghindari eskalasi konfli
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Oktober 2025
Konflik di Myanmar Tidak Kunjung Selesai, Para Pemimpin ASEAN Desak Dialog Politik Nasional
Indonesia
Prabowo Inginkan ASEAN Plus Tree Tingkatkan Cadangan Beras, Perkuat Respons Darurat Antarnegara
Prabowo mengingatkan pentingnya memperkuat integrasi regional, diversifikasi perdagangan, dan jaring pengaman keuangan sebagai inti dari agenda APT.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Oktober 2025
Prabowo Inginkan ASEAN Plus Tree Tingkatkan Cadangan Beras, Perkuat Respons Darurat Antarnegara
Bagikan