Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 10 Mei 2020
Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU

Kader PDIP Saeful Bahri, terdakwa perkara suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (6/5), telah membacakan tuntutan pidana 2,5 tahun penjara terhadap terdakwa Saeful Bahri yang juga eks staf khusus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam perkara suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, publik berharap KPK tidak berhenti pada Saeful Bahri dkk dan tak tebang pilih.

Baca Juga

Saksi Dugaan Suap PAW DPR Ungkap Latar Belakang Eks Staf Hasto Kristiyanto

"Terutama dalam menjerat mereka yang terlibat perkara suap itu," kata Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Minggu (10/5).

Menurut Petrus, meski banyak yang membantah jadi target OTT KPK dan membantah terlibat dalam kasus suap Wahyu Setiawan, namun fakta-fakta persidangan mengungkap bukti keterlibatan beberapa pihak.

"Mereka terkonfirmasi dan tervalidasi menjadi alat bukti sah yang dapat digunakan KPK untuk menjerat pelaku lain menjadi tersangka menyusul Saeful Bahri," ujarnya.

Petrus menjelaskan, fakta-fakta dalam persidangan perkara suap terhadap Wahyu Setiawan di Pengadilan Tipikor pada (30/4), terdakwa dan saksi disumpah Saeful Bahri mengaku pernah menerima uang sebesar Rp 850 juta dari eks caleg PDIP Harun Masiku.

Petrus
Petrus Selestinus

Berdasarkan keterangan Saeful, uang untuk menyuap Wahyu Setiawan itu sempat ia laporkan ke atasannya Hasto Kristiyanto.

"Ini fakta-fakta persidangan yang terungkap melalui keterangan saksi dan terdakwa, sehingga keterangan demikian, otomatis menjadi alat bukti yang sah dan memiliki legitimasi kuat, untuk menyeret
lainnya menjadi tersangka dengan dugaan sebagai pelaku turut serta atau sebagai aktor intelektual," ungkapnya.

Petrus menyebut, keterangan Saeful Bahri, Wahyu Setiawan dan Hasto Kristiyanto dibawah sumpah, terkonfirmasi dan tervalidasi menjadi alat bukti yang sempurna dan berefek ganda.

Karena dapat bernilai sebagai bukti keterangan saksi, petunjuk dan keterangan terdakwa, didukung dengan bukti percakapan Chatt WhatsApp milik Hasto Kristiyanto dan Saeful Bahri, yang memenuhi syarat alat bukti yang sah sesuai pasal 184 KUHAP jo. pasal 26 A UU KPK.

"Hasil pemeriksan persidangan 30 April, makin memperkuat bukti petunjuk yang terungkap pada persidangan sebelumnya (23 April), yaitu mengungkap peran Hasto Kristiyanto yang terkenal dengan kode 'Oke Sip', kemudian diperjelas lagi pada persidangan, 30 April dengan agenda pemeriksaan terdakwa Wahyu Setiawan," jelas Petrus.

Pria yang juga advokat Peradi ini menilai, keterlibatan pelaku lain didukung percakapan elektronik (Chat WhatsApp) dan rekaman percakapan elektronik, keterangan saksi, keterangan terdakwa dan petunjuk yang terkonfirmasi serta tervalidasi oleh JPU KPK melalui beberapa fakta persidangan.

Fakta-fakta persidangan yang dikutip Petrus sebagai berikut: Pertama, Saeful melaporkan uang dari Harun karena Hasto mengetahui Saeful beberapa kali meminta uang operasional ke Harun.

Baca Juga

Saksi Beberkan Pertemuan Sekjen PDIP Hasto dengan Eks Komisioner KPU

Kedua, karena beberapa kali Saeful meminta uang operasional ke Harun, Hasto disebut sempat menegurnya dan meminta agar segala permintaan uang dari Harun.

"Ketiga, kesaksian bahwa 'saya (Saeful Bahri) akhirnya kalau setiap peristiwa saya laporkan dan Hasto hanya menjawab 'Oke Sip' atas laporan penerimaan uang dari Harun Masiku tersebut," pungkas Petrus. (Knu)

#Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia harus tetap teguh sebagai suri teladan dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penghisapan antar bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 April 2026
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Beredar kabar yang menyebut PDIP usung sekjen mereka, Hasto Kristiyanto, maju di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasnya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Indonesia
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Makna Sumpah Pemuda tidak hanya soal persatuan teritorial, tetapi juga semangat kebangsaan dan kesadaran geopolitik yang menjadi fondasi kuat Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Indonesia
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Peringatan Hari Santri 2025 dimaknai PDIP sebagai momentum untuk membangkitkan kekuatan moral dan rasa percaya diri bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Oktober 2025
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Bagikan