Penemuan Baru Ungkap Penyebab Warna Planet Mars Merah, Berasal dari Air Dingin?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 26 Februari 2025
Penemuan Baru Ungkap Penyebab Warna Planet Mars Merah, Berasal dari Air Dingin?

Mars. (Foto: Unsplash/Daniele Colucci)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Selama ini Mars dikenal sebagai Planet Merah karena warna khasnya yang berkarat. Namun, penelitian terbaru mungkin telah mengungkap sumber asli dari warna tersebut—dan sekaligus mengguncang teori lama yang selama ini diyakini para ilmuwan.

Berkat berbagai wahana antariksa yang menjelajahinya selama beberapa dekade terakhir, ilmuwan mengetahui bahwa warna merah Mars berasal dari mineral besi berkarat yang terdapat dalam debu yang menyelimuti planet ini.

Dulunya, besi dalam batuan Mars bereaksi dengan air dan oksigen di atmosfer, membentuk oksida besi—proses yang mirip dengan bagaimana karat terbentuk di Bumi. Selama miliaran tahun, oksida besi ini terurai menjadi debu halus yang tersebar ke seluruh permukaan planet, dibantu oleh badai debu raksasa yang kerap melanda Mars.

Sebelumnya, analisis wahana antariksa tidak menemukan jejak air dalam oksida besi di Mars, sehingga ilmuwan menduga bahwa mineral penyebab warna merahnya adalah hematit, sejenis bijih besi yang terbentuk melalui reaksi dengan atmosfer kering Mars dalam jangka waktu miliaran tahun. Jika benar, ini berarti hematit terbentuk setelah Mars kehilangan lautan dan sungainya.

Baca juga:

Oksigen dapat Diproduksi di Planet Mars

Warna Merah Mars Ternyata Berasal dari Air Dingin?

Namun, penelitian baru yang menggabungkan data dari berbagai misi serta eksperimen dengan debu Mars buatan justru menunjukkan hasil mengejutkan. Mineral yang kemungkinan besar bertanggung jawab atas warna merah Mars ternyata terbentuk di lingkungan air dingin, bukan hematit.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan berpotensi mengubah cara ilmuwan memahami sejarah Mars—terutama soal apakah planet ini pernah bisa mendukung kehidupan.

“Mars tetaplah Planet Merah,” kata Adomas Valantinas, penulis utama studi dan peneliti postdoktoral di Brown University, dikutip dari CNN, Rabu (26/2).

“Hanya saja, pemahaman kita tentang mengapa Mars berwarna merah kini telah berubah.”

Baca juga:

Fakta Menarik Tentang Planet Mars

Bagi ilmuwan, memahami komposisi debu Mars sangat penting karena bisa memberikan gambaran tentang bagaimana kondisi lingkungan planet ini di masa lalu. Namun, debu Mars sendiri sulit dipelajari karena partikelnya yang sangat kecil, sehingga tidak memiliki struktur kristal yang jelas dan sulit diklasifikasikan sebagai mineral sejati. (ikh)

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan