Penelusuran Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM: 9 Calon Komisioner Terkait Kelompok Radikal
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Totok Yulianto (Kanan). (Foto: MP/Fadli).
Koalisi Selamatkan Indonesia merilis sejumlah temuan rekam jejak 60 Calon Komisioner Komnas HAM periode 2017-2022 di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/7).
Hasilnya, sebagian besar calon memiliki kompetensi tidak baik dan masih bermasalah dengan kehidupan pribadinya.
Ditemukan hanya sekitar 25 persen calon yang memiliki kompetensi layak dan separuhnya dinilai kurang. Bahkan, dari hasil penilaian terdapat calon yang terindikasi punya kaitan dengan organisasi atau kelompok radikal.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Totok Yulianto mengungkapkan, dinilai dari segi independensi, ada sejumlah calon yang terindikasi memiliki kaitan dengan organisasi atau kelompok radikal.
"Ada 9 orang calon komisioner memiliki kaitan dengan organisasi atau kelompok radikal," katanya kepada awak media.
Meski begitu, ia enggan menjelaskan siapa dan kelompok radikal mana saja yang berkaitan dengan calon komisioner tersebut. Dia hanya mengatakan, semoga penilaian kami menjadi pertimbangan Panitia Seleksi (Pansel) sebelum mengerucutkan calon menjadi 28 orang.
Selain itu, menurut data yang ditemukan ada 13 orang yang berafiliasi dengan parpol, 13 orang berafiliasi dengan korporasi.
Lebih lanjut, Totok mengungkap, dari segi integritas ditemukan ada sekitar 5 orang yang diduga bermasalah karena terkait masalah korupsi/gratifikasi.
"Sebagai lembaga yang independen, komisioner Komnas HAM harus kompeten dan memiliki kredibilitas dan integritas, jangan juga seperti memilih kucing dalam karung," tandasnya. (Fdi)
Baca juga berita terkait, berikut ini: Bakal Disambangi Obama, Rumah Pengusaha Ini Sepi Penjagaan
Bagikan
Berita Terkait
DPR Desak LPSK dan Komnas HAM Kawal Kasus Penganiayaan Lansia di Pasaman
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Diusulkan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia akan Meningkat
DPR Warning Kementerian HAM: Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Jangan Cuma Jadi Pajangan, Implementasi Harus Se-Progresif Dialognya
METHOSA Rilis Single 'Adu Domba', Angkat tentang Aksi Kamisan dan Rentetan Tragedi HAM
DPR Sambut Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Negara Diminta Tak Lagi Menunda
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Ruang Pelayanan HAM di Kantor KemenHAM Dinamakan Marsinah, Natalius Pigai Bocorkan Makna di Baliknya
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah