Sains

Penelitian Ungkap Nenek Moyang Etnis Han dan Tibet Tinggal di Sungai Kuning

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 09 September 2024
Penelitian Ungkap Nenek Moyang Etnis Han dan Tibet Tinggal di Sungai Kuning

Penelitian ungkap nenek moyang suku Han di Sungai Kuning.(foto: Instagram @stonerma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEBUAH penelitian mengungkap kelompok etnis Han dan Tibet berasal dari orang-orang yang tinggak di bagian tengah Sungai Kuning sekitar 7.000 tahun lalu. Penelitian itu melibatkan sejumlah arkeolog yang menggunakan teknik pengambilan DNA kuno.

Seperti dilansir ANTARA, penelitian yang digelar secara bersama oleh Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Henan (Henan Provincial Institute of Cultural Heritage and Archaeology/HICHA) dan Universitas Xiamen ini mengungkap asal kelompok etnis Han dan Tibet. Hasil penelitian ini dirilis dalam edisi terbaru Science Bulletin, sebuah jurnal akademis multidisiplin yang disupervisi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan disponsori bersama oleh CAS dan Yayasan Ilmu Pengetahuan Alam Nasional China.

Dengan menggunakan teknik pengambilan DNA kuno, para peneliti mendapatkan delapan genom yang tidak berhubungan untuk digunakan dalam analisis genetik populasi untuk pertama kalinya. Mereka menemukan 57 hingga 92 persen komponen genetik kelompok etnis Han China berasal dari orang-orang Neolitik yang tinggal di bagian tengah Sungai Kuning, khususnya orang-orang dari budaya Yangshao.

Penelitian DNA tersebut mendukung teori bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar Sungai Kuning ribuan tahun yang lalu berkontribusi pada pembentukan genetik orang-orang yang tinggal di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang dan di China barat daya saat ini. Diketahui, 70 hingga 80 persen komponen genetik orang Tibet dan sebagian besar dari kelompok etnis seperti Miao dan Zhuang berasal dari orang-orang Neolitik yang tinggal di bagian tengah Sungai Kuning.

Baca juga:

Pelajar China kini Bisa Nyaman Tidur Siang di Sekolah


Pada 1921, penggalian pertama di situs Desa Yangshao di wilayah Mianchi, Provinsi Henan, menandai kelahiran arkeologi modern China.

Budaya Yangshao dianggap sebagai salah satu kontributor penting bagi peradaban China. Budaya ini berasal dari sekitar bagian tengah Sungai Kuning dan sudah ada sejak 5.000 hingga 7.000 tahun lalu.

Deputi Kepala HICHA Wei Xingtao menyebut penelitian terbaru ini mengisi kekosongan dalam data paleo-genomik tentang orang-orang Neolitik yang tinggal di sepanjang bagian tengah Sungai Kuning. “Penelitian ini penting untuk memahami sejarah orang-orang Neolitik tersebut, serta asal-usul dan penyebaran peradaban China,” tutup Xingtao.(*)

Baca juga:

China Usulkan Peluncur Magnetik Bulan, Bisa Kirim Sumber Daya dengan Biaya Murah

#Sains #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Menteri Keuangan Purbaya menerima gelar Profesor Kehormatan bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, China, pengakuan atas kontribusinya di sektor ekonomi
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Menkeu Purbaya Terima Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Universitas Nankai China
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Indonesia
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Menkeu Purbaya mengamankan komitmen pendanaan USD 17 miliar atau Rp 275 triliun dari AIIB untuk mendukung proyek pembangunan Indonesia hingga 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Amankan Pendanaan Rp 275 Triliun dari AIIB untuk Proyek Pembangunan 2025-2029
Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Panda Bond merupakan instrumen surat utang pemerintah berdenominasi Renminbi yang akan dipasarkan kepada investor China.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Keuangan Purbaya ke China untuk Penerbitan Panda Bond, Perkuat Ketahanan Fiskal Indonesia
Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Bagikan