Rayakan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Rakyat China, Xo Jinping Tegaskan Satu Negara, Dua Sistem

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Oktober 2025
Rayakan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Rakyat China, Xo Jinping Tegaskan Satu Negara, Dua Sistem

Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato dalam resepsi Resepsi Hari Nasional untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-76 China di Balai Agung Rakyat, Beijing pada Selasa (30/9/2024) malam. /ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - China merayakan Hari Nasional setiap 1 Oktober sejak 1949 yaitu saat pemimpin Tiongkok Mao Zedong mengibarkan bendera nasional China di tengah-tengah sekitar 300 ribu orang tentara dalam upacara pendirian Pemerintah Pusat Rakyat China yang diadakan secara megah di Lapangan Tiananmen, Beijing.

Presiden Xi Jinping mengingatkan agar bangsa China bersatu mewujudkan kebangkitan besar negara tersebut lewat pidato Resepsi Hari Nasional untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Rakyat China.

"Mewujudkan kebangkitan besar bangsa Tiongkok adalah sebuah pencapaian agung yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah. Baik harapan maupun tantangan, semuanya memacu kita untuk berjuang sekuat tenaga, tidak menyia-nyiakan waktu dan tidak pernah lengah," kata Presiden Xi dalam resepsi Hari Nasional China di Balai Agung Rakyat, Beijing, Selasa (30/9).

Presiden Xi Jinping yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC) menyampaikan pidato dalam resepsi yang didominasi warna merah di Beijing. Acara itu dihadiri lebih dari 1.000 undangan.

Baca juga:

2 Maskapai China dan Korea Anyar Terbang ke Bali, Wisatawan Diharapkan Makin Banyak

Perdana Menteri Li Qiang memimpin jalannya resepsi yang juga dihadiri Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China (National People's Conggres atau NPC) Zhao Leji, dan Ketua Komite Tetap Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference atau CPPCC) Wang Huning.

Di belakang atas panggung utama tergantung megah lambang negara China dengan tulisan angka "1949–2025" warna kuning mencolok di bawah latar bendera merah yang berkibar.

"Baik harapan maupun tantangan, semuanya memacu kita untuk berjuang sekuat tenaga, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak pernah lengah. Mari kita semakin erat bersatu di bawah Komite Sentral Partai, penuh semangat inovatif, bekerja keras dengan tekun, dan berusaha menuliskan babak yang lebih cemerlang dari modernisasi ala China," ajak Presiden Xi dikutip Antara.

Presiden Xi mengungkapkan, selama 76 tahun sejak berdirinya RRC, PKC telah memimpin rakyat untuk mengandalkan kekuatan sendiri, berjuang tanpa henti, dan meraih pencapaian yang tercatat dalam sejarah.

"Menoleh ke belakang, bangsa Tiongkok pernah berada di ambang kehancuran, tapi berhasil bangkit menuju kebangkitan besar. Perjalanan itu penuh dengan penderitaan dan kesulitan, tetapi juga dipenuhi semangat heroik dan kemenangan yang membanggakan," ungkap Presiden Xi.

Ia menyebut China harus terus memanfaatkan pengalaman sejarah untuk membangun negara dengan lebih baik, agar perjuangan yang dirintis oleh para pemimpin generasi terdahulu dan para pahlawan revolusioner semakin berkembang dan makmur.

"Sejak awal tahun ini, menghadapi situasi yang kompleks, kita semakin memperdalam reformasi secara menyeluruh, mendorong pembangunan berkualitas tinggi secara mantap, berupaya keras menjamin dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta secara mendalam menegakkan disiplin ketat dalam Partai," tambah Presiden Xi.

Ia menegaskan, pemerintah China akan dengan teguh melaksanakan kebijakan "Satu Negara, Dua Sistem" di Hong Kong dan Makau sekaligus mendukung kedua wilayah itu agar lebih baik berintegrasi ke dalam keseluruhan pembangunan negara, mengembangkan ekonomi dengan lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kita juga harus menjaga konektivitas dan kerja sama lintas selat, dengan tegas menentang tindakan separatis 'kemerdekaan Taiwan' serta campur tangan kekuatan luar, dan dengan tegas membela kedaulatan negara serta keutuhan wilayah," tambah Presiden Xi.

Menghadapi situasi internasional yang sedang berubah cepat Presiden Xi pun mengatakan bangsa Tiongkok harus secara aktif mengembangkan nilai-nilai bersama umat manusia.

"Mempraktikkan multilateralisme sejati, mendorong pelaksanaan Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, Inisiatif Peradaban Global, dan Inisiatif Tata Kelola Global," ungkapnya.

#China #Taiwan #Xi Jinping
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kuliner
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Bagikan