[HOAKS atau FAKTA]: Cara Menkeu Purbaya Guyur Dana ke Perbankan untuk Bantu Kredit Rakyat Rupanya Ditiru China

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Cara Menkeu Purbaya Guyur Dana ke Perbankan untuk Bantu Kredit Rakyat Rupanya Ditiru China

Foto : Dok Turn Back Hoaks (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang tengah viral di media sosial. Kali ini, program kerja Purbaya disebut-sebut ditiru China.

Akun Facebook 'Purbaya Fans' mengunggah narasi yang menyebut, China mengikuti program penyaluran uang untuk perbankan nasional seperti yang dilakukan Purbaya di Indonesia. Uang itu disalurkan ke bank pemerintah untuk membantu kredit rakyat.

Unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 2.850 tanda suka, ratusan komentar, dan dibagikan ulang lebih 200 kali.

NARASI:

China tiru cara Purbaya!! Bank sentral china menyuntik 900 miliar yuan atau setara dengan US$127 Billion ke sistem perbankan pada 27 oktober 2025.”

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] Luhut Kasih Peringatan Keras untuk Menkeu Purbaya: Jangan Sombong kalau Berbicara, Harus Tiru Jokowi!

FAKTA:

Ternyata, informasi tersebut adalah hoaks. Tim Periksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan kata kunci 'Bank Central China guyur US$127 miliar ke perbankan' ke mesin pencarian Google.

Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan CNBC Indonesia berjudul 'PBOC Guyur USD 127 Miliar Dollar Ke Perbankan China'.

Berita yang tayang pada 27 Oktober 2025 itu, menjelaskan bahwa Bank Central China atau The People’s Bank of China (PBOC) memutuskan untuk menginjeksi 900 miliar yuan atau setara dengan USD127 miliar kepada lembaga keuangan.

Injeksi dana dilakukan melalui fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun, bertujuan untuk menjaga likuiditas di sistem perbankan.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Minta Prabowo Ganti Menkeu Purbaya, Dianggap tak Paham Pengelolaan Anggaran Negara

TurnBackHoax lalu memasukan kata kunci 'sejak kapan kebijakan Medium-term Lending Facility (MLF) Bank Central China diperkenalkan' ke mesin pencarian Google.

Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan Xinhua 'China to Conduct 600 Billion yuan MLF Operation On August-25'. Berita yang tayang pada 22 Agustus 2025 itu, menjelaskan bahwa kebijakan MLF PBOC diperkenalkan pada tahun 2014 untuk membantu bank komersial dan menjaga likuiditas.

Kebijakan ini memungkinkan perbankan meminjam dari bank sentral dengan menggunakan sekuritas sebagai agunan. Bukan karena mengikuti cara Purbaya di Indonesia.

KESIMPULAN:

Kebijakan Bank Central China menyuntikan dana ke sistem perbankan dengan fasilitas pinjaman jangka menengah adalah kebijakan moneter yang sudah dimulai sejak 2014.

Unggahan berisi klaim 'China tiru cara Purbaya bank central china guyur uang ke sistem perbankan' merupakan konten yang menyesatkan. (Knu)

#Purbaya Yudhi Sadewa ##HOAKS/FAKTA #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - 1 jam, 21 menit lalu
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Indonesia
Purbaya Nilai Calon Bos BI Destry Damayanti Punya Pengalaman dan Koordinasi yang Baik
Purbaya juga menilai Destry selama ini mampu membangun koordinasi dan kerja sama yang baik dengan pihak-pihak terkait.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Purbaya Nilai Calon Bos BI Destry Damayanti Punya Pengalaman dan Koordinasi yang Baik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Dunia
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Peluncuran roket Long March 7A milik China yang membawa satelit ChinaSat-4B berakhir gagal akibat anomali penerbangan di Hainan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Dunia
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
Menkeu Purbaya Tegaskan Gak Bakal Setuju Kalau Manajer Koperasi Merah Putih Digaji Sebulan Rp 16 Juta
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu gaji manajer Kopdes Rp16 juta per bulan. Pemerintah pastikan besaran gaji mengacu pada UMP, bukan angka fantastis.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Menkeu Purbaya Tegaskan Gak Bakal Setuju Kalau Manajer Koperasi Merah Putih Digaji Sebulan Rp 16 Juta
Bagikan