Kesehatan

Penelitian Terbaru: Risiko Kematian COVID 3,5 Kali lipat dari Influenza

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 18 Februari 2021
Penelitian Terbaru: Risiko Kematian COVID 3,5 Kali lipat dari Influenza

COVID-19 tak boleh dianggap enteng. (Foto: Unsplash/Isaac Quesada)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RISIKO kematian akibat COVID-19 lebih dari tiga kali lipat risiko kematian akibat flu musiman. Demikian menurut sebuah penelitian terbaru di Kanada. Temuan mereka serupa dengan penelitian terbaru dari Amerika Serikat dan Prancis. Studi ini dipublikasikan 10 Februari di Canadian Medical Association Journal.

"Kami sekarang dapat mengatakan dengan pasti bahwa COVID-19 jauh lebih parah daripada influenza musiman," kata penulis studi Dr. Amol Verma, seorang peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Toronto, AS.

Baca Juga:

Prediksi Kondisi Pandemi COVID-19 di Indonesia Menurut Pakar Feng Shui

covid
COVID-19 memiliki risiko tinggi. (Foto: 123RF/Alexandr Muntean)

"Pasien yang dirawat di rumah sakit di Ontario dengan COVID-19 memiliki risiko kematian 3,5 kali lebih besar, penggunaan ICU 1,5 kali lebih besar, dan rawat inap di rumah sakit 1,5 kali lebih lama daripada pasien yang dirawat karena influenza," katanya dalam rilis berita jurnal yang diberitakan di webmd.com (17/2).

Pasien-pasien ini juga lebih mungkin untuk menggunakan ventilator. Tim Verma membandingkan rawat inap terkait flu dan COVID antara 1 November 2019 dan 30 Juni 2020 di tujuh rumah sakit di Toronto dan Mississauga di dekatnya. Keduanya memiliki populasi besar dan tingkat infeksi COVID yang tinggi.

Selama masa penelitian, terdapat 783 rawat inap flu pada 763 pasien, dan 1.027 rawat inap untuk COVID pada 972 pasien. Itu mewakili hampir seperempat dari semua rawat inap COVID di seluruh provinsi Ontario selama waktu itu. Sekitar 1 dari 5 pasien COVID berusia di bawah 50 tahun, dan kelompok usia tersebut mencakup hampir 1 dari 4 perawatan intensif.

Baca Juga:

Flavanol, Kandungan dalam Kakao yang Kabarnya Meningkatkan Daya Ingat

covid
Dapat menyebabkan penyakit serius baik pada orang muda atau tua. (Foto: 123RF/Artem Tryhub)

Sementara banyak orang percaya COVID-19 terutama menyerang orang tua, "itu juga dapat menyebabkan penyakit yang sangat serius pada orang dewasa yang lebih muda," tambah Verma.

Dia mencatat, orang dewasa di bawah usia 50 tahun menyumbang 20% dari rawat inap COVID pada gelombang pertama pandemi. Hampir 1 dari 3 orang dewasa di bawah 50 tahun membutuhkan perawatan intensif dan hampir 1 dari 10 harus dibawa kembali ke rumah sakit setelah mereka dipulangkan, menurut penelitian.

Memang benar, Verma menambahkan, bahwa COVID paling banyak menyerang orang dewasa yang lebih tua. "Kami menemukan bahwa di antara orang dewasa di atas 75 tahun yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, hampir 40% meninggal di rumah sakit," katanya.

Baca Juga:

Jangan Biarkan Gigi Berlubang di Tengah Pandemi

covid
Tetap memakai masker bila sedang berada di luar rumah. (Foto: 123RF/Leung Cho Pan)

Para peneliti mengatakan COVID mungkin jauh lebih berbahaya daripada flu karena orang memiliki tingkat kekebalan yang lebih rendah terhadap virus korona baru daripada flu musiman. Infeksi dan vaksinasi flu masa lalu telah membantu orang membangun kekebalan terhadap penyakit tersebut.

“Mudah-mudahan keparahan COVID-19 akan menurun seiring waktu karena orang-orang divaksinasi untuk melawan virus dan pengobatan yang lebih efektif teridentifikasi. Sayangnya, ada juga kemungkinan varian virus itu bisa lebih parah,” tutup Verma. (aru)

Baca Juga:

Jaga Gizi Anak di Masa Pandemi

#Kesehatan #COVID-19 #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan