Jangan Biarkan Gigi Berlubang di Tengah Pandemi

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 11 Februari 2021
Jangan Biarkan Gigi Berlubang di Tengah Pandemi

Jangan abaikan gigi berlubang. (Foto: Pixabay/mlarsson62)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI memang membuat segalanya menjadi terbatas, termasuk untuk pergi ke dokter gigi. Banyak orang yang enggan datang ke dokter gigi karena masalah penyebaran virus Corona. Padahal untuk kasus tertentu, harus ada penanganan dokter agar masalah terselesaikan, misalnya gigi berlubang.

Dokter gigi Rumah Sakit Universitas Indonesia Rona Laras Narindra menjelaskan sangat penting menangani gigi berlubang sejak dini. Karena lubang pada gigi adalah proses penjalaran penyakit. Jika tidak segera ditangani maka dapat membesar hingga mencapai saraf gigi.

Baca juga:

Mengenal Operasi Hybrid, Tindakan Pengobatan untuk Kesehatan Jantung

Masalah gigi berlubang harus segera ditangani dengan berobat ke dokter sembari menjalankan protokol kesehatan. "Tandanya (kena saraf) mulai terasa sakit, jadi lebih baik dari lubang kecil sudah ditambah jadi perjalanan penyakitnya berhenti," kata Rona, seperti dilansir Antara, Kamis (11/2).

Membiarlan gigi berlubang sam asaja membiarkan penyakit datang. (Foto: Pixabay/drshohmelian)
Membiarlan gigi berlubang sam asaja membiarkan penyakit datang. (Foto: Pixabay/drshohmelian)

Rona meyakinkan masyarakat jika masih memungkinkan pergi ke luar rumah ketika kondisi sehat dan tidak sedang melakukan isolasi mandiri untuk memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali. Sementara untuk yang tidak bisa pergi ke luar rumah bisa memanfaatkan telemedicine sehingga konsultasi dilakukan secara jarak jauh melalui video.

Baca juga:

Lagi Marah Enggak Boleh Bikin Tape

Menjaga kesehatan mulut di saat pandemi sama pentingnya sebelum pandemi. Namun penelitian di Qatar menemukan ada hubungan antara rongga mulut dan COVID-19. Dalam penelitian tersebut ditemukan risiko komplikasi COVID-19 lebih meningkat pada pasien dengan penyakit gusi.

Salah satu cara menjaga kesehatan gigi ialah menyikat gigi. (Foto: Pixabay/jennyfriedrichs)
Salah satu cara menjaga kesehatan gigi ialah menyikat gigi. (Foto: Pixabay/jennyfriedrichs)

Radag gusi dapat terjadi akibat plak atau penumpukan bakteri, pembersihan gigi yang tidak menyeluruh juga menjadi penyebab lain. "Oleh karena itu penting untuk kita jaga kebersihan gigi dan mulut, tetap kontrol rutin enam bulan sekali ke dokter gigi," tuturnya.

Menyikat gigi dua kali sehari adalah cara untuk menjaga kesehatan mulut, lakukan di pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Rona jga mengingatkan untuk menyikat seluruh permukaan gigi hingga paling belakang serta menyikat lidah dengan sikat khusus. Bila tidak punya, ada sikat gigi yang bagian belakangnya di desain khusus untuk membersihkan lidah. Cara lainnya memakai bulu sikat yang lembut agar tidak terjadi iritasi. (Yni)

Baca juga:

Kalau Pernah Positif, Kamu Hanya Butuh Satu Dosis Vaksin COVID-19

#Kesehatan #Gigi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan