MerahPutih.com - Konflik internal DPC PDIP antar pendukung bakal cawali dan cawali Pilwakot Solo mulai muncul dipermukaan pasca DPP PDIP resmi menggeluarkan rekomendasi pada pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.
Konflik tersebut dibuktikan dengan adanya kejadian pengeroyokan terhadap Ketua Anak Ranting PDIP RW 28 Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Agung, Minggu (19/7). Kejadian itu terjadi setelah rapat anak ranting PDIP di RW 28. Akibat kejadian itu, Agung mengalami luka bagian pelipis dan pipi membengkak.
Baca Juga
Pengamat: Istana Bukan Tempat Memanggil Lawan Politik Gibran
Selama ini Agung dikenal vokal dan terang-terangan mendukung Gibran sebelum resmi mendapatkan rekomendasi. Padahal, dari DPC PDIP saat itu mengusun Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.
Ketua Banteng Solo Bergerak (BSB), Ariyanto Rinto Suryono, mengatakan Agung di organisasi BSB menjabat sektetaris. Ia menduga yang melakukan pemukulan adalah orang PDIP sendiri.
Ia mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Surakarta. Kejadian ini kemungkinan kuat sebagai respon Agung yang kerap muncul secara terang-terangan mendukung Gibran. Sedangkan pihak yang melakukan pemukukan tidak terima dengan itu.
"Kemungkinan kuat akar persoalannya terkait itu (dukung Gibran). Yang memukul tidak terima karena mendukung (Purnomo-Teguh)," kata dia
Ketua PAC PDIP Jebres Honda Hendarto, mengatakan Ketua Anak Ranting PDIP RW 28 Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Agung pada saat rapat partai tingkat bawah melempar snack pada dirinya, tetapi tidak kena setelah menghindar. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris DPC PDIP Solo yang juga calon wakil wali kota Solo dari PDIP, Teguh Prakosa.
Baca Juga
Pengamat Nilai Nama Besar Jokowi Bakal Munculkan Konflik Kepentingan Buat Gibran
"Kumungkinan itu yang memicu persoalan itu. Soal pengeroyokan (Agung) saya tidak tahu. Kalau kasus ini dibawa ke ranah hukum silahkan," kata dia. (Ismail/Jawa Tengah)