Penduduk Rohingya Kekurangan Makanan dan Air Bersih di Kamp Pengungsi

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 09 September 2017
Penduduk Rohingya Kekurangan Makanan dan Air Bersih di Kamp Pengungsi

Pengungsi Rohingya tinggal di tenda-tenda darurat di perbatasan Bangladesh-Myanmar. (REUTERS/Danish Siddiqui)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Laporan Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (U.N. High Commissioner for Refugees/UNHCR) menyebutkan 270 ribu gelombang pengungsi terus mengalir dari Myanmar ke Bangladesh. Kini, para pengungsi menghadapi persoalan baru di tempat-tempat pengungsian.

Para pengungsi kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, dan tempat tinggal di kamp pengungsi. Umumnya, mereka hanya membawa barang-barang seadanya. Mereka berjalan kaki berhari-hari tanpa makanan dan minuman.

Menurut juru bicara pengungsi Rohingya, Duniya Aslam Khan dua tenda besar di Cox’s Bazar, sebelah tenggara Bangladesh menjadi kamp bagi pengungsi Rohingya.

"Ada sekira 34.000 pengungsi Rohingya yang mendiami dua tenda itu," katanya.

Tapi kini tenda yang didirikan tak lagi mampu menampung jumlah pengungsi yang terus bertambah. Berdasarkan data PBB, pada Kamis (7/9), sebanyak 164 ribu penduduk minoritas Rohingya meninggalkan negaranya sejak krisis pecah akhir Agustus silam.

Menurut Aslam Khan jumlah pengungsi terus bertambah sementara kamp memiliki keterbatasan daya tampung.

"Saat ini para pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat yang 'menjamur' di jalan-jalan di daerah Ukhiya dan Teknaf," sambungnya.

Seorang perempuan etnis Rohingya menggendong bayinya di Pantai Bengal di Teknaf, Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Arus pengungsi yang terus berdatangan kini krisis air bersih dan makanan. Belum lagi, ada anggota etnis Rohingya yang sakit dan terluka.

Di antara pengungsi, terdapat manula dan ibu dan bayi. Ali Johar dan isterinya, Khuthija membawa bayi mereka yang baru lahir. Mereka tidak membawa apapun saat meninggalkan Myanmar kecuali pakaian di tubuhnya.

Khuthija, hanya terdiam sambil menggendong bayi perempuan berusia dua hari tanpa selimut di tengah hutan yang dingin.

Hafizullah Muhammad bersama Senwara Begum dan kelima anak mereka mengungsi setelah menyaksikan pendeta Budha memenggal kepala orang Rohingya dan militer mengepung rumah-rumah penduduk di kampungnya di Andan.

"Tentara membakar rumah-rumah kami, kami semua terkepung dan tak bisa keluar," ujarnya.

"Tentara itu bilang,'OK, pergilah', kamu lalu pergi sementara orang tua kami pergi ke sisi yang lain sehingga kami terpencar. Sampai sekarang kami tak tahu orang tua kami di mana," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sumber: ABC/New York Times

#Pengungsi Rohingya
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Ini bukan kali pertama HS menjadi pelaku TPPO. Berdasarkan catatan kepolisian, HS pernah terjerat kasus serupa.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Indonesia
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Timur hingga kini terus berkoordinasi dengan pihak terkait
Angga Yudha Pratama - Kamis, 31 Oktober 2024
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
Berita
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
Sebuah video yang diunggah akun TikTok @pangeranaldi0, menampilkan Presiden Jokowi ingin mengusir pengungsi Rohingnya. Lalu, apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Rabu, 24 Januari 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
Video di Tiktok membagikan klaim tentang 70 juta pengungsi Rohingya yang akan mengungsi ke Indonesia akibat dari konspirasi Amerika Serikat.
Pradia Eggi - Kamis, 18 Januari 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Kantor UNHCR di Jakarta harus ditutup karena memicu para pengungsi dari berbagai negara datang ke Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Januari 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Badan Reserse Kriminal Polri melalui Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menurunkan tim untuk mengusut dugaan jaringan TPPO pada arus kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia.
Mula Akmal - Jumat, 22 Desember 2023
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Indonesia
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Pemerintah akan menampung sementara pengungsi asal Myanmar yang mendapatkan diskriminasi itu.
Zulfikar Sy - Senin, 11 Desember 2023
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Indonesia
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Din Syamsuddin menyambut baik usulan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang membuka peluang menjadikan Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Riau sebagai lokasi penempatan pengungsi rohingnya.
Mula Akmal - Jumat, 08 Desember 2023
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Indonesia
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
Pemerintah pusat perlu mengambil sikap soal gelombang kedatangan pengungsi etnis Rohingya di Aceh.
Zulfikar Sy - Sabtu, 18 November 2023
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
Dunia
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya
Kelompok etnis di Rakhine, Myanmar tersebut bahkan banyak menempuh perjalanan laut ke negara tetangga akibat dari konflik.
Zulfikar Sy - Sabtu, 23 September 2023
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya
Bagikan