Pemungutan Suara Pemilu Australia Dimulai, Partai Buruh Diprediksi Menang
Calon PM Australia Scott Morrison or Anthony Albanese.(Foto: ABC News: Emma Machan)
MerahPutih.com - Pemungutan suara awal pemilihan umum Australia dimulai pada Senin (9/5). Pemungutan awal ini bakal diikuti dengan hari pemilihan umum pada 2 minggu mendatang.
Dilansir Antara, hasil survei menunjukkan Partai Buruh kiri-tengah yang merupakan oposisi terus unggul. Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison mengalami penurunan tingkat dukungan dalam pemilu nasional Australia itu.
Baca Juga:
Ribuan Sapi Impor dari Australia Tiba di Indonesia
Survei yang dilakukan secara luas untuk surat kabar The Australian, menunjukan Partai Buruh memimpin dengan 54 persen melawan koalisi pemerintah Partai Nasional dan Partai Liberal yang dipimpin Morrison dengan perolehan 46 persen.
Survei itu menunjukkan bahwa peringkat Morrison sebagai pemimpin pilihan turun satu persentase poin menjadi 44 persen sehingga membuat dia unggul tipis di depan pemimpin oposisi Anthony Albanese yang peringkatnya naik 3 poin menjadi 42 persen.
Pemungutan suara awal di Australia dimulai sehari setelah acara debat di televisi antara Morrison dan Albanese yang kadang-kadang diwarnai dengan aksi saling berteriak sehingga sulit bagi keduanya untuk menyatakan sebuah pendapat.
Sebuah survei untuk Australian Financial Review menunjukkan, jika keunggulan partai koalisi yang semakin turun direplikasi dalam pemilihan umum pada 21 Mei, Partai Buruh dapat memerintah sendiri.
Survei itu mengungkapkan biaya hidup yang lebih tinggi sebagai masalah utama yang menjadi pertimbangan pemilih. Koalisi saat ini memiliki mayoritas satu kursi di majelis rendah parlemen Australia.
Jutaan warga Australia diperkirakan akan memberikan suara mereka secara langsung selama dua minggu ke depan di lebih dari 500 tempat pemungutan suara (TPS) awal di seluruh negeri.
Pemungutan suara awal telah mendapatkan popularitas di Australia. Sekitar 40 persen pemilih memberikan suaranya lebih awal atau melalui pos dalam pemilihan nasional terakhir.
Komisioner Pemilihan Umum Australia Tom Rogers mengatakan kepada televisi ABC bahwa dia memperkirakan jumlah pemberi suara akan meningkat selama pemilihan umum kali ini.
Kampanye pada pemilu tahun ini, didominasi dengan pembahasan tentang tekanan biaya hidup, keamanan nasional, dan perubahan iklim.
Menurut survei, para pemilih perempuan telah beralih ke Partai Buruh sebagai partai yang mereka yakini akan lebih baik mengelola tekanan biaya hidup yang memburuk setelah lonjakan inflasi memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga tunai resminya pada pekan lalu. (*)
Baca Juga:
Sandi Ajak Investor Australia Tanamkan Modal di Lima Destinasi Super Prioritas
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Revisi UU Pemilu, NasDem Ingin Ambang Batas Parlemen Sampai 7 Persen
Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Dukung Pemilihan Langsung oleh Rakyat
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
ICW Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Rugikan Demokrasi dan Fasilitasi Politik Transaksional
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan