Pemulihan Ekonomi Terhambat Jika Pemprov DKI Tak Tangani Varian Baru BA.4 dan BA.5
Omicron. (Foto: pixabay/alexandra_koch)
MerahPutih.com - Munculnya kasus varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 perlu ditangani serius oleh Pemerintah DKI guna mencegah lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta. Pasalnya, saat ini Ibu Kota tengah dalam masa pemulihan ekonomi.
Maka dari itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Idris Ahmad meminta, Pemprov DKI untuk menggalakan kembali pengawasan kepada warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes).
Baca Juga:
Jokowi Peringatkan Masyarakat Waspadai Penyebaran Omicron Subvarian Baru
"Kita sudah pernah menghadapi beberapa masa lonjakan kasus, saya harap geraknya lebih cepat. Apalagi sekarang ada subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang penularannya cepat, kita harus siaga melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan," ucap Idris di Jakarta, Selasa (14/6).
Menurut Anggota Komisi E DPRD DKI ini, bila DKI lengah dan lalai dalam mengambil tindakan pencegahan kasus varian baru BA.4 dan BA.5, dikhawatirkan kasus kembali melonjak dan diketatkan lagi kegiatan masyarakat. Hal ini tentu berimbas pada perekonomian Ibu Kota.
"Jangan sampai pemulihan ekonomi kembali terhambat karena kurang antisipasi. Kasihan nanti resto, warung, UMKM harus mengurangi kapasitas atau malah harus tutup," ungkap Idris.
Idris meminta Pemprov DKI tidak tutup mata terhadap kemungkinan ada lonjakan kasus COVID-19 ke depannya karena saat ini kegiatan sudah berjalan seperti keadaan normal.
"Jangan sampai karena sekarang seakan-akan semuanya sudah normal, jadi tidak ada persiapan dari pemprov. Seperti Singapura misalnya, sudah memprediksi bahwa akibat dari subvarian Omicron tersebut, akan ada gelombang lonjakan di Singapura pada Juli atau Agustus 2022 mendatang," papar Idris.
Baca Juga:
Ahli Epidemiologi: Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 Berpotensi Jadi Gelombang Ketiga
Menurut Idris, salah satu antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak lagi sentra vaksinasi booster yang angka capaiannya belum optimal.
Per Senin (13/6) kemarin, penerima vaksinasi ketiga di Jakarta berjumlah total 3.9 juta. Padahal, penerima vaksinasi dosis I dan dosis II yang ber-KTP Jakarta berjumlah 8.8 juta dan 7.9 juta.
"Artinya belum sampai 50 persen. Saya mendorong Pemprov kembali memasifkan sentra-sentra vaksinanasi di semua wilayah untuk melindungi warga Jakarta," tutup Idris.
Kasus varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 mulai masuk ke Indonesia. Hingga Minggu (12/6), tercatat ada empat kasus Omicron BA.4 dan BA.5 yang tersebar di Jakarta.
Gejala yang dirasakan pasien adalah adanya sesak napas dan gejala ringan COVID-19 lainnya. (Asp)
Baca Juga:
Pemerintah Cek Ketersediaan Rumah Sakit dan Obat Antisipasi Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis