Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti keberadaan perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang tersebar di wilayah ibu kota.
Pengamanan titik-titik rawan kecelakaan ini menjadi prioritas guna menjamin keselamatan warga yang melintasi jalur rel kereta api setiap harinya.
Baca juga:
Swadaya Warga Jaga Perlintasan Sebidang Khusus Motor di Tebet Timur Dalam Jakarta
Tanggung Jawab KAI dan Kolaborasi DKI
Pramono Anung menegaskan bahwa pengelolaan serta pembuatan perlintasan sebidang secara regulasi merupakan wewenang penuh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Meski kewenangan berada di pihak pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk tidak berpangku tangan melihat risiko kecelakaan yang menghantui masyarakat.
"Seperti kita ketahui bersama, untuk lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari KAI," tegas Pramono di Jakarta, Minggu (3/5).
Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya jika KAI memerlukan bantuan teknis maupun personel di lapangan. Dukungan ini bertujuan mempercepat proses pengamanan di titik-titik yang selama ini belum tersentuh petugas penjagaan.
"Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI," tambah Pramono.
Instruksi Presiden Prabowo Terkait Infrastruktur Rel
Persoalan ini juga mendapat atensi serius dari Presiden Prabowo yang menilai masalah perlintasan sebidang telah berlarut-larut tanpa solusi permanen. Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan berisiko tinggi di Pulau Jawa yang mayoritas merupakan infrastruktur peninggalan lama tanpa modernisasi sistem keamanan.
Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur fisik, salah satunya berupa pembangunan jembatan layang (flyover) untuk memutus pertemuan arus kendaraan dan kereta api. Kota Bekasi menjadi salah satu fokus utama karena kepadatan mobilitasnya yang ekstrem.
Baca juga:
Belajar dari Tabrakan Argo Bromo-KRL, Kemenhub dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang
"Sangat mendesak, jadi saya sudah setuju segera dibangun flyover langsung oleh bantuan presiden," ujar Presiden Prabowo.
Langkah ini menandai intervensi langsung pemerintah pusat melalui dukungan anggaran khusus. Percepatan pembangunan flyover ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang secara signifikan di wilayah penyangga ibu kota.