Merahputih.com - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) besar-besaran terhadap kendaraan pengunjung tempat hiburan malam (THM) di sepanjang Jalan Gunawarman, Jalan Suryo, hingga kawasan Senopati, Kebayoran Baru.
Langkah tegas ini menyasar kendaraan yang kedapatan merampas hak pejalan kaki dengan parkir di atas trotoar maupun badan jalan.
Baca juga:
Ketegasan Petugas Lawan Okupasi Trotoar
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Dalops) Sudinhub Jakarta Selatan, Alfian Michiels, memimpin langsung operasi yang melibatkan 30 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Petugas menemukan praktik layanan valet yang mengokupasi trotoar secara ilegal guna menampung mobil pengunjung.
"Kami langsung turun ke lokasi tadi malam bersama personel gabungan untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait penyalahgunaan fasilitas umum," ujar Alfian Michiels pada Kamis (23/4).
Meski pengelola tempat hiburan sempat mencoba bernegosiasi dengan alasan keterbatasan lahan, petugas tetap bertindak konsisten. Personel Sudinhub mengangkut kotak jaga dan tenda payung valet yang berdiri tegak di jalur pedestrian. Alfian menegaskan bahwa keterbatasan lahan parkir milik pengusaha tidak boleh mengorbankan kepentingan publik.
Lindungi Hak Disabilitas dan Kelancaran Jalan
Selain menyasar parkir liar, Sudinhub Jaksel memberikan perhatian khusus pada akses bagi penyandang disabilitas. Banyak ditemukan kendaraan dan perlengkapan valet yang menutupi guiding block atau jalur pemandu kuning di trotoar. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan dan diskriminatif bagi warga berkebutuhan khusus.
Baca juga:
Berantas Jukir Parkir Liar di Blok M, Pemkot Jaksel Ajari Warga Jangan Mau Bayar
"Kami minta jalur guiding block tidak ditutup. Itu merupakan fasilitas penting bagi akses penyandang disabilitas yang harus kita jaga bersama," tegas Alfian.
Seorang warga sekitar, Rahmat (53), mengamini bahwa kemacetan di kawasan Senopati pada malam hari kian tidak terkendali.
Menurutnya, ledakan pengunjung restoran dan tempat hiburan yang membawa kendaraan pribadi tidak sebanding dengan ketersediaan kantong parkir. Warga berharap pengawasan rutin terus berjalan agar kawasan elit tersebut tidak lagi menjadi titik macet yang melelahkan.