Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi memajukan jam pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) Jakarta menjadi pukul 05.30 hingga 10.00 WIB.
Kebijakan baru ini menyasar kawasan utama seperti Thamrin-Sudirman dan Rasuna Said, dengan target pemberlakuan penuh mulai 1 Juni 2026 setelah melewati tahap uji coba pekan ini.
Uji Coba dan Perluasan Kawasan CFD
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai uji coba jadwal baru tersebut pada kawasan strategis guna menyesuaikan antusiasme masyarakat dalam berolahraga. Gubernur menyebutkan bahwa perubahan waktu ini merupakan respon terhadap semangat gaya hidup sehat warga ibu kota.
Baca juga:
CFD Rasuna Said 10 Mei 2026: Dishub DKI Siapkan 4 Titik Parkir dan Rekayasa Lalin
“Karena saya rajin olahraga dan semangat olahraga, mulai 1 Juni nanti, Car Free Day akan kami ajukan mulainya jam 05.30 pagi,” ungkap Pramono di Jakarta Timur, Jumat (8/5).
Pemerintah juga memfokuskan penyelesaian infrastruktur di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said agar siap menampung massa. Proyek renovasi trotoar dan fasilitas penunjang lainnya ditargetkan rampung bersamaan dengan peresmian jadwal baru tersebut.
"Kami segera akan menyelesaikan fasilitas renovasi atau revitalisasi di Rasuna Said. Mudah-mudahan bulan Juni sudah total selesai,” kata Pramono.
Pengaturan Lalu Lintas dan Kantong Parkir
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa perluasan CFD ke Jalan H.R. Rasuna Said berkaitan erat dengan rangkaian acara HUT ke-499 Kota Jakarta.
Area bebas kendaraan di sisi timur mencakup Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, sementara sisi barat meliputi Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya.
Baca juga:
Pemprov DKI Gelar Pencanangan HUT Jakarta di Rasuna Said, Ada Wacana CFD Baru
Guna mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan menyediakan empat titik parkir resmi:
-
Pasar Festival dan GOR Soemantri.
-
Kawasan Rasuna Epicentrum.
-
Setiabudi One.
-
Gedung Nyi Ageng Serang.
Meskipun akses kendaraan pribadi ditutup, layanan transportasi publik seperti Transjakarta koridor 4D, 6, dan 6H tetap beroperasi normal. Begitu pula dengan layanan LRT Jabodebek relasi Dukuh Atas yang tetap melayani penumpang di sepanjang jalur CFD.