MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta melakukan antisipasi kenaikan bahan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri 2026 akibat masih memanasnya konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
"Ini juga perlu dilakukan Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok lebih yang tajam lagi karena perubahan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah," kata anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari PSI, Josephine Simanjuntak, Kamis (5/3).
Simanjuntak juga mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperbanyak pasar murah, khususnya di tingkat kelurahan. "Saat mendekati Hari Raya Lebaran ini, Pemprov DKI harus mengadakan pasar-pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Menurut dia, penyelenggaraan pasar murah ini menjadi penting dalam rangka menyediakan bahan-bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di tengah-tengah pergolakan yang berdampak terhadap kondisi perekonomian.
Baca juga:
Jelang Idul Fitri 2026, Polda Metro Jaya Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Kopro
"Seperti biasa, tidak menutup kemungkinan akan terjadi inflasi mendekati Lebaran ini. Dengan begitu, perlu diambil tindakan untuk menyediakan bahan-bahan pangan secara terjangkau. Apalagi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu mendatang untuk mempersiapkan perayaan Lebaran ini pasti akan meningkat," jelasnya.
Ia juga meminta agar pasar murah ini diselenggarakan secara merata di wilayah Ibu Kota Dengan begitu, setiap kota dan kelurahan bisa menerima manfaatnya.
"Dalam penyelenggaraannya, Pemprov DKI harus melaksanakan pasar murah ini secara merata agar warga di setiap wilayah sampai ke tingkat kelurahan bisa terjangkau oleh program ini," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Hadapi Lonjakan Konsumsi Ramadan, Food Station Perkuat Pasokan Beras dan Operasi Pasar Murah