Pemprov DKI Dalami Pemotongan Bansos BST Aduan Warga
Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Bank DKI telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dalam rangka meringankan dampak pandemi COVID-19 bagi masyarakat (Ist)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mendalami aduan warga ihwal dugaan pemotongan dan pungutan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) 2021.
"Kalau ada yang melakukan pemotongan terkait BST laporkan nanti akan kami cek siapa yang melakukan," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (17/2).
Baca Juga
Hindari Kerumunan, Penerima BST Diminta Datang Sesuai Jadwal
Politikus Gerindra ini menegaskan, penyaluran dana BST 2021 ini diberikan kepada penerima utuh sebesar Rp300 ribu tanpa ada potonga apapun dan oleh pihak manapun.
"Pemotongan itu tidak diperkenankan apapun bentuknya apapun alasannya itu salah," terangnya.
Ada aduan masyarakat soal potongan dana BST yang diterimannya oleh oknum dengan berbagai alasan. Pemangkasan BST itu sebagai uang terima kasih, pembangunan pos RW, pembelian ambulans, pembangunan tempat ibadah, dan sebagainya.
Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial DKI, Susana Budi Susilowati meminta warga melaporkan jika menemukan penyelewengan dana dalam penyaluran BST.
Laporan bisa diadukan ke nomor Call Center Dinsos DKI dan pengaduan pada kanal pengaduan resmi Pemprov DKI.
"Tapi ketika bantuan melalui rekening kemudian berbasis keluarga tentu ini sudah tidak dibenarkan apabila dipecah kembali," ujar Susan.
Baca Juga
Kemudian juga Kementerian Sosial (Kemensos) menerima aduan adanya pemangkasan dana BST. Lapiran itu bisa lewat nomor telepon yang tertera dalam surat udangan Kemensos.
"Jika ada pemotongan dana BTS oleh kantor Pos silahkan laporkan nomow WA PT Indonesia 081223330323 atau Kemensos 08111022210," terangnya dari surat edarah Kemensos. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
[HOAKS atau FAKTA]: Gara-Gara Banyak Siswa yang Keracunan, Menkeu Purbaya Minta MBG Diganti Uang Tunai
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari