Pemprov DKI Buka Wacana Membagi Jam Masuk Kerja

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 06 Juli 2023
Pemprov DKI Buka Wacana Membagi Jam Masuk Kerja

Kemacetan di Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta terus berupaya mencari solusi untuk mengurai kemacetan terutama saat jam-jam berangkat kerja.

Pemprov membuka opsi untuk membagi jam masuk kerja guna mengurai kemacetan pagi hari. Pada waktu-waktu itu, masyarakat dari luar Jakarta berbondong-bondong masuk dalam waktu bersamaan.

"Saat saya diskusi dengan Pak Kapolda, Pak Dirlantas, pagi hari itu seperti air bah, dari Bekasi, Tangerang, Depok pada jam yang sama menuju Jakarta. Bagaimana solusinya, antara lain diusulkan untuk dibagi jam kerjanya, ada yang masuk jam 08.00, ada yang masuk jam 10.00. Untuk itu, dalam kesempatan ini, Bapak/Ibu mari memberikan masukan," kata Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Kemacetan di di Ballroom Sumba Hotel Borobudur Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (6/7).

Baca Juga:

Ketua DPRD DKI Tegur Aksi Dishub yang Kerap Timbulkan Kemacetan

Menurut Heru, masukan dari asosiasi atau pemilik gedung-gedung pengelola maupun kementerian dapat menjadi bahan pertimbangan ke depannya. Hasil FGD ini nantinya juga akan dibahas dengan Dewan Transportasi DKI Jakarta.

"Pemprov DKI terus berusaha menangani kemacetan. Yang terbaru adalah TransJakarta menambah jalur ke bandara melewati perbatasan DKI Jakarta. Tujuannya, Pemprov DKI berkeinginan untuk menyelesaikan masalah ini secara bertahap," ungkapnya.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya akan mengkaji usulan pemberlakuan work from home (WFH) bagi pegawai perkantoran di DKI.

"Sebagaimana diketahui, semasa pandemi COVID-19 memang kemacetan di Jakarta sangat drastis menurun, bahkan sekitar 30 persen," papar Doni.

Baca Juga:

Hindari Macet Panjang, Pengunjung PRJ Diharap Gunakan Transportasi Umum

Doni mengatakan, pengaturan jam kerja akan menjadi salah satu bahasan secara paralel. "Mungkin usulan WFH juga diberlakukan di perkantoran," ucapnya.

Meski begitu, Doni menuturkan, usulan tersebut mesti dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan pendapat stakeholder terkait.

"Tapi sekali lagi ini adalah masih pembahasan, tentunya dari hasil diskusi saat ini menjadi sebuah kebijakan yang dapat diberlakukan dan diuji coba. Kita tunggu masukan dari diskusi ini untuk kebaikan masyarakat Jakarta," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

PDIP Sebut Belum Ada Perubahan Kemacetan di Jakarta Meski Dishub Gunakan Teknologi AI

#Kemacetan #Kemacetan Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Neraka Macet Jalan Cakung Masih Terjadi, Truk Tronton Dialihkan ke Tanah Merdeka
Dishub DKI menutup putaran Cakung untuk mengurai kemacetan parah akibat antrean truk kontainer. Truk tronton dialihkan ke Terminal Tanah Merdeka yang mampu menampung 200 unit.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Neraka Macet Jalan Cakung Masih Terjadi, Truk Tronton Dialihkan ke Tanah Merdeka
Berita Foto
Rekayasa urai Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Tipar Kawasan Cakung-Cilincing
Suasana kepadatan lalu-lintas saat jam berangkat kerja di jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 Juli 2026
Rekayasa urai Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Tipar Kawasan Cakung-Cilincing
Indonesia
Rekayasa Lalin di Jalan Cakung-Cilincing Kembali Berlaku, Dishub DKI Tutup Sejumlah U-Turn
Dishub DKI kembali memberlakukan rekayasa lalin di jalan Cakung-Cilincing. Sejumlah U-Turn akan ditutup.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Rekayasa Lalin di Jalan Cakung-Cilincing Kembali Berlaku, Dishub DKI Tutup Sejumlah U-Turn
Indonesia
JPO Tendean Ditabrak Truk Crane, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
JPO Tendean ditabrak truk crane hingga rusak berat. Dishub DKI memberlakukan pengalihan arus lalu lintas.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
JPO Tendean Ditabrak Truk Crane, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Berita Foto
Truk Crane Masih Tersangkut di JPO Tendean, Arus Lalu Lintas Tersendat
Kemacetan lalu-lintas imbas mobil truk Crane yang tersangkut Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 14 Juli 2026
Truk Crane Masih Tersangkut di JPO Tendean, Arus Lalu Lintas Tersendat
Berita
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55 Persen, Pramono: Bisa Kurangi Kemacetan di Jakarta Barat
Flyover Latumenten kini sudah mencapai 55 persen. Pembangunan itu rampung akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55 Persen, Pramono: Bisa Kurangi Kemacetan di Jakarta Barat
Berita Foto
Kemacetan Lalu Lintas di Sekitar Stasiun LRT Jabodebek Pancoran pada Jam Berangkat Kerja
Suasana kemacetan lalu-lintas di Bawah Stasiun LRT Jabodebek Pancoran, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 29 Juni 2026
Kemacetan Lalu Lintas di Sekitar Stasiun LRT Jabodebek Pancoran pada Jam Berangkat Kerja
Indonesia
Bikin Macet Parah, Dishub Jakarta Bakal Evaluasi Konser Besar
Dengan adanya koordinasi, Dishub dapat menyiapkan kantong-kantong parkir, menempatkan petugas, melakukan pengaturan maupun rekayasa lalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Bikin Macet Parah, Dishub Jakarta Bakal Evaluasi Konser Besar
Indonesia
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terimbas dari kebijakan itu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Indonesia
Macet Horor Imbas Jalan Ambles Lenteng Agung Bakal Lama, Perbaikan Bisa 2 Minggu Lebih
Proses perbaikan jalan ambles di Lenteng Agung dimulai sejak 29 Mei dan ditargetkan baru rampung pada 12 Juni 2026 mendatang, alias lebih dari 2 pekan.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Macet Horor Imbas Jalan Ambles Lenteng Agung Bakal Lama, Perbaikan Bisa 2 Minggu Lebih
Bagikan