Pemprov DKI Anggarkan Saringan Sampah Sebesar Rp197 Miliar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 11 November 2019
Pemprov DKI Anggarkan Saringan Sampah Sebesar Rp197 Miliar

Sekat pelampung di perkampungan warga Ujung Menteng untuk mengantisipasi buangan limbah menuju BKT, Jumat (8/11). (ANTARA/HO-LH Jaktim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menganggarkan usulan pembangunan saringan sampah tiga lapis di Kali Ciliwung sebesar Rp197 miliar dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Anggaran saringan sampah senilai Rp 197 itu telah disetujui oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta pada Senin (11/11). Saringan tersebut berfungsi menahan sampah-sampah besar di bagian hulu.

Baca Juga:

Anak Buah Anies Bentuk Tim Petugas Sampah Khusus Musim Hujan

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Andono Warih, sampah besar yang datang seperti bambu dan kayu itu kerap menjadi masalah yang berujung pada banjir di sejumlah titik di Ibu Kota.

Banjir. (ANTARA FOTO/Risky Andianto)
Banjir. (ANTARA FOTO/Risky Andianto)

"Ketika hujan hanya 4 jam ya, di hulu siaga 3 atau 2, selama 4 jam-an gitu (sampah) sudah langsung di hilir. Kita itu butuh ratusan truk mengangkat sampah-sampah itu," kata Andono di gedung DPRD DKI, Senin (11/11).

Andono menyampaikan, saringan sampah tiga lapis itu memiliki fungsi yang berbeda-beda, salah satunya untuk mengarahkan sampah agar tidak sampai ke hilir.

"Pertama mengarahkan. Bayangin ini kalau gak diarahkan," paparnya.

Baca Juga:

Komisi D Minta Dinas SDA Laporkan Pengendalian Banjir Secara Berkala

Andono menuturkan, desain untuk fasilitas ini sudah rampung dan dikerjakan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia pun akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk pelaksanaannya.

"Kita perlu konfirmasi dengan BBWSCC. Anggarannya Rp197 miliar. Nanti (dibangun) di hulunya Ciliwung," jelasnya.

Aliran sungai di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Aliran sungai di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Lebih lanjut, Andono menjelaskan, tiap lapis saringan nantinya akan memiki lebar yang berbeda-beda. Saringan pertama dibuat lebih lebar agar hanya menahan sampah yang besar, setelah sampah lainnya lolos dari saringan pertama, maka akan ada saringan selanjutnya yang lebih kecil.

"Saringan utama, saringan itu menangkap yang ukuran besar. Ini tentu screen-nya itu lebih jarang-jarang agar sampah yang tertahan ukuran besar. Ketika di fase pertama ada lolos akan ada saringan berikutnya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

30 Titik Lokasi Rawan Banjir di Jakarta

#Banjir Jakarta #Banjir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan