Pemkot Solo Sediakan TPU Khusus COVID-19 Berkapasitas 2.000 Jenazah
Relawan dan petugas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Solo memakamkan jenazah pasien COVID-19. (MP/Istimewa)
MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, menyediakan lahan pemakaman umum (TPU) khusus untuk jenazah COVID-19 dengan kapasitas mencapai 2.000 jenazah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani menuturkan, selama ini Pemkot Solo menyediakan lima TPU untuk memakamkan jenazah pasien COVID-19. Kelima TPU tersebut, yakni Bonoloyo, Daksinoloyo, Purwoloyo, Pracimaloyo dan Untoroloyo.
Baca Juga
"Dari kelima TPU tersebut saat, empat di antaranya sudah dalam kondisi over kapasitas," ujar Ahyani, Minggu (11/7).
Ahyani yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas COVID-19 ini menyebut hanya TPU Purwoloyo di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres yang kondisinya masih lapang dan bisa diperluas lagi. Untuk TPU Purwoloyo bisa diperluas sehingga mampu menampung 2.000 jenazah
"TPU Purwoloyo kami siapkan lahan untuk 2.000 jenazah. Lokasinya sisih timur," kata dia.
Ia mengakui angka kematian pasien di Solo karena COVID-19 tinggi karena kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di RS rujukan COVID-19 Solo mencapai 90 persen. Sementara itu, data kematian pasien tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari Soloraya.
"Ada pasien COVID-19 rujukan dari luar kota meninggal. Takut ditolak warga, akhirnya kita makamkan di Solo," kata dia.
Ia menambahkan perluasan TPU tersebut diperuntukan bagi warga luar Solo yang kesulitan mencari tempat pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan.
Kepala Seksi Pemakaman Umum Bidang Kawasan Permukiman DPKPP Solo, Adji Anggoro mengatakan, selama tahun 2021 pihaknya telah memakamkan 580 jenazah dimakamkan menggunakan protokol COVID-19. Sebagian besar jenazah yang dimakamkan tersebut berusia 45 tahun ke atas.
"Sejauh ini sudah ada 580 jenazah yang kami makamkan dengan protokol kesehatan COVID-19. Data tersebut tercatat pada Januari-Juni," ujar Adji.
Adji menjelaskan, selama tahun 2021 jumlah terbesar pemakaman menggunakan protokol COVID-19 terjadi pada bulan Januari yakni 186 pemakaman. Sedangkan Februari ada 87 jenazah, Maret berjumlah 61 jenazah, April turun menjadi 42 jenazah dan pada bulan Mei mulai naik lagi menjadi 44 jenazah.
"Hampir 90 persen jenazah pasien COVID-19 kiriman dari UGD dan ICU rumah sakit. Usia paling banyak di atas 45 tahun," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
DPKPP Solo Makamkan 580 Jenazah dengan Prokotol Kesehatan COVID-19
Bagikan
Berita Terkait
21.024 Warga Solo Dicoret BPJS PBI per 1 Februari, Dampak Kebijakan Baru Pusat
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Patuhi Putusan PN Solo, Dukcapil Solo Proses Perubahan Nama Purboyo
Menkes Budi Sebut Penyakit Jatung Mematikan Kedua di Indonesia, RS Kardiologi Emirates Solo Dibanjiri Pasien
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Dana Hibah Dikirim ke Rekening Pribadi, Ini Pengakuan Keraton Surakarta