MerahPutih.com - Pemerintah Iran dan Pemkot Solo menjalin kerja sama Sister City. Kerjasama tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Duta besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dengan Wali Kota Solo Respati Ardi di Balai Kota Solo, Rabu (1/4).
Pertemuan itu berlangsung selama satu jam tersebut Mohammad didampingi Executive Assistant to Iran Ambassador Ali Pahlevani Rad, Head of Protocol Iran Embassy Amir Rostam Dokht, pendamping dari Kedubes Iran untuk Indonesia R Anis.
Ditemui usai pertemuan, Boroujerdi mengaku membicarakan berkaitan dengan banyak hal.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Solo pada dirinya telah menyampaikan solidaritas dari masyarakat daerah untuk negara Iran yang dilanda serangan.
Baca juga:
“Beliau (Walkot Solo) sampaikan pesan solidaritas ini sangat berharga bagi negara kami, negara yang sekarang ini sedang menghadapi sebuah perang yang dipaksakan kepada kami oleh rezim zionis Israel dan juga Amerika Serikat,” katanya.
Selain itu, pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Kota Solo dengan negara Iran meliputi bidang perekonomian termasuk perdagangan. Implementasinya berupa kerjasama sister city atau kota kembar antara Solo dengan salah satu kota di Iran.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, Kota Solo merupakan sebuah kota yang amat penting bagi Iran. Terutama terkait sejarah dan budayanya.
“Kota Solo merupakan sebuah kota yang amat penting dari segi sejarah, latar belakang peradaban, budaya, dan ekonomi yang berjalan di kota ini. Kami akan membentuk sebuah tim, kedutaan Iran akan menjajaki kota yang mana di Iran yang memiliki karakteristik yang sama yaitu dari segi sejarah peradaban, kebudayaan, dan ekonomi,” ujar Respati.
Ia menjelaskan, kunjungan Dubes Iran untuk Indonesia serta menyampaikan pesan sesuai amanat penjajahan di atas dunia harus dihapuskan sesuai pembukaan UUD 1945.
“Kami prihatin tentunya satu nyawa ini sangat-sangat berharga. Kami mendoakan bagi semuanya yang terdampak perang ini semoga bisa diampuni dosa-dosanya dan kami sangat berdoa dan berharap perang ini segera selesai,”
“Ini tentunya isu kemasyarakatan, isu kemanusiaan dan bentuk solidaritas dan kemanusiaan, kebersamaan kami masyarakat Indonesia untuk bisa ikut membantu,” ucap dia
Dia menegaskan, apabila perang selesai, Pemkot Solo mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia, PHRI, Hipmi, melaksanakan perjanjian ekonomi dan perdagangan ke Iran.
Tercatat, ada kunjungan 50.000 wisatawan dari Iran yang masuk Indonesia setiap bulan. Iran berkomitmen menjalankan misi kerja sama pada bidang pariwisata dan ekonomi di Indonesia.
Wali Kota Solo melakukan diskusi didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian Kota Solo, Agung Riyadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Solo Joko Sutrisno, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Solo Wahyu Adi Wibowo. (Ismail/Jawa Tengah).