Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Pengelolaan Air Hadapi El Nino

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 April 2026
Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Pengelolaan Air Hadapi El Nino

El Nino Godzilla mengancam Indonesia. (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kemarau panjang akibat El Nino ini berpotensi berdampak ke Indonesia karena terjadi pada musim kemarau mulai bulan April hingga November 2026, yang menyebabkan curah hujan di Indonesia berada dalam kondisi paling rendah.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga pengelolaan air di lahan gambut untuk menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi mengakibatkan kemarau ekstrem dengan curah hujan sangat rendah di Indonesia.

"OMC ini berkembang setelah tahun 2023 dan hari ini sudah menjadi protokol penanganan memperpanjang curah hujan dan penyediaan air untuk membasahi daerah bawahnya. Kemudian dari sisi lapangan, kita akan melakukan tindakan permanen penanggulangan kanal, yang dikenal canal blocking," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Rabu (.

Menteri LH Hanif menjelaskan Indonesia memiliki kanal yang cukup sangat panjang hampir 600 ribu km. Oleh karena itu sebagian area tertentu yang potensial akan ditutup kanalnya dengan berbagai macam metode dan teknologi untuk menjaga ketahanan air, sehingga mampu menyuplai daerah-daerah agar tidak mengalami kekeringan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga:

Antisipasi El Nino 2026, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ketahanan Pangan

"Kemudian kami juga memperkuatnya melalui desa mandiri peduli gambut. Ini strategi di daerah. Jadi, strategi utama melakukan pemantauan ketinggian muka air di lahan gambut dan kemudian melakukan modifikasi cuaca pada saat air gambutnya turun semakin dalam. Jadi, kita memiliki kriteria ketika air gambut ini sudah di bawah 80 cm, maka kami akan mengaktivasi BMKG dan BNPB untuk segera melalukan OMC," paparnya.

Menteri LH menjelaskan Tahun ini, kemarau dimulai bulan April sampai November. Ada tujuh bulan yang akan kita hadapi di dalam rangka perkembangan dan penambahan masa kemarau sejak bulan April.

"Pada saat kemarau panjang ini, di sisi lain, di Samudra Pasifik bagian tengah, dinamika suhu permukaannya naik sehingga memicu El Nino, sehingga tingkat curah hujan kita berada pada kondisi paling rendah selama 30 tahun," ucap Menteri Hanif.

Ia menambahkan, secara rata-rata dalam satu bulan curah hujan akan kurang dari 100 mm, selain itu ada potensi air tanah dan gambut mengering.

"Sehingga ada tiga kondisi kunci yang harus menjadi perhatian. Pertama, kemarau panjang. Kedua, curah hujan yang paling rendah setelah 30 tahun dan kemudian kekeringan lahan," tuturnya. (*)

#Operasi Modifikasi Cuaca #Dampak El Nino #Fenomena El Nino
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Karhutla Papua Selatan
BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Karhutla Papua Selatan
Indonesia
Pemerintah Fokuskan Penanganan Karhutla di Sulawesi hingga Papua
Pemerintah telah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman dari udara serta OMC.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pemerintah Fokuskan Penanganan Karhutla di Sulawesi hingga Papua
Indonesia
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Dalam operasi pada Rabu (28/10), Satgas Udara mengerahkan pesawat untuk menyemai awan menggunakan total sembilan ton bahan semai.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Indonesia
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta
BMKG tebar 4.000 kg garam untuk operasi hujan buatan di Jakarta demi mengatasi polusi udara. Simak proses modifikasi cuaca selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Oktober 2026
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta
Indonesia
Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026
Penasaran kenapa cuaca Jakarta Running Festival 2026 terasa sangat sejuk dan bebas polusi? Temukan rahasia di balik hujan buatan dan semprotan water mist dari Pemprov DKI di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Oktober 2026
Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026
Indonesia
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
emerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman di sejumlah kawasan gunung.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
Indonesia
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
BNPB tetap memprioritaskan pemadaman api di sumber kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Indonesia
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Kementerian PU menangani 2.200 lokasi terdampak kekeringan. Sebanyak 53.052 hektare sawah dijaga dan 14,1 juta liter air bersih disalurkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Bagikan