Pemerintah Pacu Regulasi AI, Rancangan Perpres Ditargetkan Selesai September 2025

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 25 September 2025
Pemerintah Pacu Regulasi AI, Rancangan Perpres Ditargetkan Selesai September 2025

Ilustrasi. Foto Freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pemerintah tengah mempercepat proses perumusan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kecerdasan Buatan (AI). Diharapkan, rancangan regulasi ini sudah bisa memasuki tahap harmonisasi pada akhir September 2025.

Menurut Nezar, regulasi ini penting agar tidak tumpang tindih dengan peraturan lain dan dapat diselaraskan dengan berbagai hierarki perundangan yang ada.

"Targetnya kalau dari Komdigi di akhir bulan ini sudah bisa masuk ke tahap berikutnya untuk pembahas yang sifatnya pada prinsip-prinsip legal," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kamis (25/9).

Baca juga:

Artificial Intelligence Diintegrasikan ke Kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK, Gibran: Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah

Selain Perpres, pemerintah juga tengah menyiapkan Buku Putih Peta Jalan AI Nasional serta panduan keamanan dan keselamatan AI. Kedua dokumen ini disusun bersamaan dan melibatkan 443 pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media massa.

Buku Putih ini akan menjadi panduan utama untuk tata kelola, pengembangan, dan pemanfaatan AI yang inklusif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab di Indonesia.

"Jadi nanti akan ada harmonisasi, akan ada pengujian-pengujian lagi terutama dalam soal pengaturannya agar dia tidak kontradiktif dengan peraturan-peraturan yang lain," jelas dia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya peta jalan AI nasional untuk menyamakan visi.

Baca juga:

Peredaran Rokok Ilegal Dinilai Mengganggu, Rugikan Negara hingga Merusak Kesehatan

"Ibarat jalan dari Denpasar mau ke Sanur, kalau salah sampainya akan beda, bisa setengah jam, bisa satu jam, apalagi kalau lewat jalan yang macet. Inilah kenapa peta jalan itu penting," katanya.

Di samping itu, pemerintah juga menyusun Konsep Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial untuk memperkuat Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ekosistem AI yang aman, etis, dan terarah di Indonesia.

#Artificial Intelligence #Kemenkomdigi #Kecerdasan Buatan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia serta menambah pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Lifestyle
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Pippit menawarkan cara mengubah gambar menjadi video yang menghibur. Platform ini menyediakan gerakan hingga efek grafis.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Berita Foto
RUPST Indosat Percepat Strategi AI North Star Menuju AI TechCo, Setujui Dividen Rp111 per Saham
Direktur Utama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk Vikram Sinha bersama Wakil Menteri Komunikasi Digital, Nezar Patria usai RUPST di Jakarta, Senin (5/5/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 06 Mei 2026
RUPST Indosat Percepat Strategi AI North Star Menuju AI TechCo, Setujui Dividen Rp111 per Saham
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Indonesia
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Gunakan Kecerdasan Artifisial Layani Jemaah Haji
Fitur kecerdasan artifisial (AI) terintegrasi dalam rencana operasional tersebut, kata dia, sehingga menandai pergeseran kualitatif dalam pengembangan layanan agama di Arab Saudi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 April 2026
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Gunakan Kecerdasan Artifisial Layani Jemaah Haji
Indonesia
TKA SMP 2026 Minim Kecurangan, Kemendikdasmen Gandeng Kemkomdigi Perketat Celah Digital
Meskipun masih terdapat oknum pengawas yang mencoba melakukan pemotretan soal, keterlibatan Kemkomdigi memastikan situasi tetap berada dalam kendali otoritas pendidikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
TKA SMP 2026 Minim Kecurangan, Kemendikdasmen Gandeng Kemkomdigi Perketat Celah Digital
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Indonesia
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
KAI percepat transformasi digital dengan 5G dan AI. Hadirkan internet cepat di kereta dan stasiun pintar untuk tingkatkan layanan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Bagikan