Pemerintah Janji Ganti dan Bantu Perbaiki Semua Rumah Warga yang Rusak akibat Bencana Alam di Sumatra

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
Pemerintah Janji Ganti dan Bantu Perbaiki Semua Rumah Warga yang Rusak akibat Bencana Alam di Sumatra

Dampak Bencana Alam di Sumatra.(foto: dok BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH akan mengganti rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Selain itu, pemerintah juga akan membantu perbaikan melalui skema bantuan yang telah disiapkan secara khusus.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan pemerintah menyiapkan tiga kategori bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yaitu ringan, sedang, dan berat. Ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk kepentingan rakyat, semua harus benar-benar diprioritaskan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (1/12).

Rumah yang rusak ringan akan mendapat bantuan tunai Rp 15 juta untuk memperbaiki kerusakan minor, seperti dinding retak atau atap bocor. Lalu kerusakan sedang akan mendapatkan bantuan Rp 30 juta untuk renovasi yang membutuhkan perbaikan fondasi, dinding, dan instalasi penting.

Baca juga:

Korban Tewas Bencana Alam di Sumatra Capai 442 Orang, Setengahnya Berasal dari Wilayah Sumut



Sementara itu, untuk kerusakan berat, rumah akan diganti dengan hunian baru yang dibangun pemerintah. “Jika rumahnya rusak berat dan tidak memungkinkan lagi ditinggali, pemerintah akan menggantinya dengan rumah baru,” tegas Suharyanto.

Selain perbaikan rumah, BNPB menyiapkan dana tunggu hunian (DTH) bagi pengungsi yang harus meninggalkan lokasi pengungsian, tetapi belum memiliki tempat tinggal sementara. Dana tunggu hunian ini digunakan untuk biaya sewa rumah.

“Nilainya Rp 600 ribu per keluarga per bulan, dan sepenuhnya didukung pemerintah pusat melalui BNPB,” jelas Suharyanto.

Bagi warga yang tidak memiliki rumah kontrakan ataupun kerabat terdekat, pemerintah menyiapkan hunian sementara yang layak, dapat ditempati hingga bertahun-tahun sebelum rumah permanen selesai dibangun. “Tidak mungkin warga tinggal di tenda berbulan-bulan. Oleh karena itu, pemerintah akan membangun hunian sementara yang layak,” tambahnya.

Ia menegaskan seluruh skema ini akan dijalankan setelah akses jalan dan komunikasi pulih.

Beberapa wilayah masih terisolasi sehingga fokus awal pemerintah tetap pada pembukaan jalur, penyediaan logistik, dan pemulihan jaringan komunikasi. Menurut Suharyanto, banyak warga yang masih kebingungan mengenai masa depan tempat tinggal mereka.

“Itu sebabnya kami jelaskan bahwa ada skema bantuan yang sudah disiapkan,” tuturnya.(knu)

Baca juga:

Presiden Prabowo Terbang ke Sumut Pagi ini, Pimpin Langsung Penanganan Bencana Alam




#Bencana Alam #Sumatra #Presiden Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Anggota Komisi X DPR RI Elnino M Husein Mohi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Indonesia
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Presiden Prabowo menghadiri puncak peringatan 100 tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu 19 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
100 Tahun Gontor: Prabowo Hadir, Mushaf Al-Qur'an Karya Santri Diluncurkan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Presiden mencontohkan masih adanya anggaran pemerintah daerah yang justru tersimpan di perbankan atau tidak dapat digunakan akibat persoalan di tingkat daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Pangkas Dana Transfer ke Daerah, Presiden Prabowo: Banyak Pemda tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Menyebut fenomena birokrasi yang tidak mau diatur itu sebagai sebagai 'raja kecil' dalam institusinya.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Bagikan